Minggu, 31 Maret 2013
Jalan Sendiri Lebih Enak
Senin, 25 Februari 2013
Suka Korea? Masalah?
Annyeong haseyo. Ya, kali ini aku pengen ngeluarin uneg-uneg terpendam nih, tentang kesukaanku dengan hal-hal berbau Korea. Tapi, desas-desusnya, kalau ada cowok (Indonesia) yang suka tentang hal-hal berbau Korea, dibilang “belok” alias h***. Oastaga!!! Pendapat darimana, tuh? Sini, ku ajarin taekwondo, biar ngerti. :D
| Reaksi: |
Rabu, 16 Januari 2013
Menutup Akun Facebook
Senin, 17 Desember 2012
Keluar Kalimantan (Lagi) bagian 3
Sesampainya di bandara, aku langsung
check-in dan membayar airport tax alias pajak bandara. Oh, ternyata
pesawatku delay selama 50 menit dari jadwal semula. Tak apa, sesekali
delay asalkan tidak seterusnya. Aku pun 'termenung' sejenak sebelum ada
panggilan bahwa pesawat akan segera tinggal landas. Segeralah, aku
berebutan dengan penumpang lain untuk naik pesawat. Ok, pukul 19.55
waktu bandara, pesawatku tinggal landas, terbang menuju Jakarta.
Pukul 9 waktu Jakarta, aku tiba di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta. Sebelumnya aku sudah janjian dengan temanku dari Banjarmasin, Rizqan, dan dari Yogyakarta, Dhani, untuk berangkat ke Jakarta di waktu yang sama sehingga ketika sampainya pun sama-sama. Ketika masuk ruang tunggu terminal, aku bertemu Rizqan yang memakai baju bertuliskan "Bebaskan Pengetahuan". Aku pun bertegur sapa dan memberitahu kalau temanku dari Yogya juga akan datang untuk tujuan yang sama, yakni menghadiri lokakarya persembahan Wikimedia Australia, yakni LangCamp 2012. Ku hubungi si Dhani, ternyata ia sudah sampai. Berselang 10 menit, akhirnya aku bertemu ia untuk pertama kalinya.
Sesuai petunjuk pak John selaku pengundang kami bertiga ke acara LangCamp, kami mencari bus Damri tujuan Stasiun Gambir dan selanjutnya naik taksi untuk sampai di hotel. Setelah memesan tiket bus sebesar Rp20.000 (mulai 10 Desember 2012, katanya naik jadi Rp25.000), kami pun menunggu bus Damri jurusan Gambir dengan waktu cukup lama, hampir 30 menit sebelum akhirnya bus yang kami cari pun tiba. Kemudian kami bergegas naik dan bus pun meluncur menuju Gambir.
Sesampainya di Gambir, kami mencari taksi yang bisa mengantarkan kami ke hotel tempat kami menginap. Hotel tempat kami menginap berlokasi di kawasan Thamrin, tak jauh dari Bundaran HI. Sesampainya di hotel, kami langsung check-in, masuk kamar masing-masing (Dhani sendiri, aku dan Rizqan satu kamar), dan tepar di kasur.
Bersambung...
| Reaksi: |
Keluar Kalimantan (Lagi) bagian 2
| Koperku di bandara. (ezg) |
Sekitar pukul 14.00, aku menunggu bus tujuan Balikpapan di depan rumah. Ternyata bus juga mengenal kata "delay", akhirnya sekitar pukul 14.30 barulah bus yang ingin ku naiki datang. Selama di bus, rasa mual tak terelakkan karena bus yang ku naiki tergolong bus tua, untung saja aku selamat wal afiat.
Pukul 16.45, aku sampai di terminal bus di kawasan KM 2, Balikpapan. Kebetulan, aku menaiki bus Samarinda jurusan Banjarmasin sehingga aku turun di pemberhentian transit Balikpapan karena busnya hendak mengangkut penumpang dari Balikpapan menuju Banjarmasin. Aku mengirim SMS kepada kakakku, Itja, untuk menjemputku supaya dengan lekas menuju bandara.
| Reaksi: |
Keluar Kalimantan (Lagi) bagian 1
Senin, 3 Desember 2012. Siang itu sekitar pukul 12.00 WITe aku sedang berada di studio radio Polnes FM setelah mata kuliah hari itu, Matematika, telah berakhir, di gedung perkuliahan jurusan TI. Sembari santai di sofa yang berada di studio tersebut, aku membuka komputer jinjing (laptop) untuk berselancar di dunia maya (en: online) sejenak. Ketika itu, aku buka situs jejaring sosial Facebook.com dan ada pesan dari John Vandenberg, Presiden Wikimedia Australia, yang belum lama berteman via dunia maya. Ia mengajak saya untuk menghadiri LangCamp 2012 (atau disebut juga Kemah Bahasa), sebuah lokakarya yang diselenggarakan oleh Wikimedia Australia untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan wiki non-Inggris di Indonesia dan Australia (selengkapnya dalam edisi Indonesia dan Inggris). Yang dimaksud wiki non-Inggris di sini yang akan didukung adalah Wikipedia bahasa Bali dan Minang yang diperjuangkan agar keluar dari Incubator.
Sebelumnya aku juga ditawari oleh John dengan nada serupa, hanya saja waktu itu aku masih enggan karena LangCamp masih mengutamakan penutur bahasa Bali dan Minang untuk hadir. Namun, setelah hari itu, aku pun mengiyakan untuk hadir. Dalam sekejap, aku langsung jingkrak-jingkrak tak jelas di studio karena terlalu senang (bjn: Kasanangan). Beberapa saat kemudian, aku menghubungi kakakku, Ica, di Balikpapan, untuk meminta tolong memesankan tiket keberangkatan dan kepulangan dari dan menuju Jakarta. Tiket keberangkatan hari Rabu pukul 19.10 WITe dan tiket kepulangan hari Sabtu pukul 18.20 WIB.
| Reaksi: |
Minggu, 09 September 2012
Jakarta Dalam Sudut Pandangku
| Pemandangan Jakarta yang ku lihat dari dalam bus Damri. (ezg) |
| Reaksi: |
