Minggu, 31 Maret 2013

Jalan Sendiri Lebih Enak

Kalo dalam urusan jalan-jalan, aku ni lebih enakan sendirian daripada ngajak teman atau sodara. Soalnya... gini lho ceritanya.

Meski aku tau kalo aku lebih enjoy jalan ke mana-mana sendiri, tapi karena jalan edisi kali ini adalah ke pameran, jadinya aku ngajak temenku satu kelas kursus bahasa Inggris, sebut saja ia Finum dan Aliy. Waktu itu, kalo gak salah hari Rabu pekan terakhir bulan Maret 2013 (saat menulis artikel ini, penulis lupa tanggalnya), saat kami makan bareng di rumah makan dekat Vorfoo, Samarinda, aku ngajak mereka tuk jalan-jalan cuci mata di pameran Kaltim Fair di Hotel Atlit Sempaja. "Eh, kalian ada waktu gak? Kita nonton pameran Kaltim Fair yok di Sempaja", ujarku. Si Finum bilang dengan nada ragu kalau ia akan ikut. Si Aliy juga bilang akan ikut. Kebetulan dia ikut aku nantinya jika jadi jalan-jalan ke pameran. Rencananya kami akan ke pameran pada hari Jumat jam 2 siang.

Besoknya (Kamis), datang SMS dari Aliy yang mengatakan, "Rip, gimana besok pagi aja kita pameran, soalnya sorenya aku mau ke Samboja." Aku bilang, "Kalo pagi belum buka. Siang aja kita". Esoknya lagi (Jumat pagi), aku menerima SMS dari Aliy yang mengejutkan, 

Senin, 25 Februari 2013

Suka Korea? Masalah?


Annyeong haseyo. Ya, kali ini aku pengen ngeluarin uneg-uneg terpendam nih, tentang kesukaanku dengan hal-hal berbau Korea. Tapi, desas-desusnya, kalau ada cowok (Indonesia) yang suka tentang hal-hal berbau Korea, dibilang “belok” alias h***. Oastaga!!! Pendapat darimana, tuh? Sini, ku ajarin taekwondo, biar ngerti. :D


Sebelum tahun 2012, aku tidak memiliki minat yang signifikan sama hal-hal berbau Korea (dari tadi berbau-berbau terus, ya, emang Korea bau ya? :D) Biasa aja. Tapi, sekitar bulan Januari 2012, aku ditugaskan sama temen buat ngegantiin rancang acara radio yang dia biasanya bawain, yakni Oriental Hitz (OH) di Polnes FM 107.0 Mhz Samarinda, di mana acara tersebut berfokus terhadap lagu dan informasi seputar Korea, Jepang, dan Mandarin (didominasi Korea). Kebetulan aku penyiar di radio itu sejak 2011. Awalnya memang agak malas, karena tidak tahu apa-apa tentang ke-Korea-an. Tapi, sayang juga kalau OH tak diisi penyiar, karena saat itu tak ada penyiar yang minat terhadap lagu Asia seperti Korea, Jepang, atau Mandarin. Setelah beberapa minggu mengisi siaran OH yang biasa hadir setiap Jumat pukul 14.30 WITA, lama kelamaan aku jadi suka terhadap lagu-lagu Korea, Jepang, dan Mandarin, dan khususnya Korea, karena gampang sekali mendapatkan informasi seputar Korea di internet. Jadilah, aku penyiar tetap rancang acara Oriental Hitz sampai sekarang.

Rabu, 16 Januari 2013

Menutup Akun Facebook

Untuk pertama kali dalam sejarah, aku membuat keputusan besar dalam sejarah kehidupanku di dunia maya: menutup akun Facebook-ku. Ya, Facebook, sebuah situs jejaring sosial terpopuler saat ini. Entah mengapa, dengan santainya aku bisa menutup akunku tersebut. Hanya saja, pada malam sebelumnya, aku sempat merasa dibisiki sesuatu kalau pada esok hari (Jumat, 11 Januari 2013) aku harus menutup Facebook. Serasa dihipnotis, aku menurutinya dan langsung melakukan hal tersebut. Tak ada rasa penyesalan dalam hatiku. Setelah menutup akunku, aku beraktivitas sebagai mahasiswa seperti biasa.

Siang harinya, aku kembali ke kelas setelah melaksanakan Salat Jumat di masjid kampus karena pada siang itu akan ada ujian akhir semester (UAS) mata kuliah Basis Data dan merupakan UAS pertama yang ku jalani. Karena ujiannya dilaksanakan di laboratorium, maka teman-temanku langsung keluar kelas menuju laboratorium yang berada di lantai 2. Setelah duduk di tempat masing-masing, peserta ujian menerima soal, termasuk aku. Ketika ku membaca soalnya, seketika otak ini merasa enteng untuk mengerjakannya. Kemudian ku berusaha mengerjakan soal yang diberikan, meski ada beberapa soal yang tak bisa ku kerjakan sempurna. Tapi, ketika aku selesai, aku senang dan lega karena telah dinilai oleh dosenku.

Senin, 17 Desember 2012

Keluar Kalimantan (Lagi) bagian 3

Sesampainya di bandara, aku langsung check-in dan membayar airport tax alias pajak bandara. Oh, ternyata pesawatku delay selama 50 menit dari jadwal semula. Tak apa, sesekali delay asalkan tidak seterusnya. Aku pun 'termenung' sejenak sebelum ada panggilan bahwa pesawat akan segera tinggal landas. Segeralah, aku berebutan dengan penumpang lain untuk naik pesawat. Ok, pukul 19.55 waktu bandara, pesawatku tinggal landas, terbang menuju Jakarta.


 Pukul 9 waktu Jakarta, aku tiba di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta. Sebelumnya aku sudah janjian dengan temanku dari Banjarmasin, Rizqan, dan dari Yogyakarta, Dhani, untuk berangkat ke Jakarta di waktu yang sama sehingga ketika sampainya pun sama-sama. Ketika masuk ruang tunggu terminal, aku bertemu Rizqan yang memakai baju bertuliskan "Bebaskan Pengetahuan". Aku pun bertegur sapa dan memberitahu kalau temanku dari Yogya juga akan datang untuk tujuan yang sama, yakni menghadiri lokakarya persembahan Wikimedia Australia, yakni LangCamp 2012. Ku hubungi si Dhani, ternyata ia sudah sampai. Berselang 10 menit, akhirnya aku bertemu ia untuk pertama kalinya.

Sesuai petunjuk pak John selaku pengundang kami bertiga ke acara LangCamp, kami mencari bus Damri tujuan Stasiun Gambir dan selanjutnya naik taksi untuk sampai di hotel. Setelah memesan tiket bus sebesar Rp20.000 (mulai 10 Desember 2012, katanya naik jadi Rp25.000), kami pun menunggu bus Damri jurusan Gambir dengan waktu cukup lama, hampir 30 menit sebelum akhirnya bus yang kami cari pun tiba. Kemudian kami bergegas naik dan bus pun meluncur menuju Gambir.

Sesampainya di Gambir, kami mencari taksi yang bisa mengantarkan kami ke hotel tempat kami menginap. Hotel tempat kami menginap berlokasi di kawasan Thamrin, tak jauh dari Bundaran HI. Sesampainya di hotel, kami langsung check-in, masuk kamar masing-masing (Dhani sendiri, aku dan Rizqan satu kamar), dan tepar di kasur.

Bersambung...


Keluar Kalimantan (Lagi) bagian 2

Koperku di bandara. (ezg)
Rabu, 5 Desember 2012. Seperti biasa aku beraktivitas sebagai mahasiswa di pagi hari.Setelah mengambil formulir surat izin kemarin, aku mencari sekretaris jurusan untuk dimintai tanda tangan (kayak artis aja) sebagai pengesahan.

Sekitar pukul 14.00, aku menunggu bus tujuan Balikpapan di depan rumah. Ternyata bus juga mengenal kata "delay", akhirnya sekitar pukul 14.30 barulah bus yang ingin ku naiki datang. Selama di bus, rasa mual tak terelakkan karena bus yang ku naiki tergolong bus tua, untung saja aku selamat wal afiat.

Pukul 16.45, aku sampai di terminal bus di kawasan KM 2, Balikpapan. Kebetulan, aku menaiki bus Samarinda jurusan Banjarmasin sehingga aku turun di pemberhentian transit Balikpapan karena busnya hendak mengangkut penumpang dari Balikpapan menuju Banjarmasin. Aku mengirim SMS kepada kakakku, Itja, untuk menjemputku supaya dengan lekas menuju bandara.

Keluar Kalimantan (Lagi) bagian 1

Senin, 3 Desember 2012. Siang itu sekitar pukul 12.00 WITe aku sedang berada di studio radio Polnes FM setelah mata kuliah hari itu, Matematika, telah berakhir, di gedung perkuliahan jurusan TI. Sembari santai di sofa yang berada di studio tersebut, aku membuka komputer jinjing (laptop) untuk berselancar di dunia maya (en: online) sejenak. Ketika itu, aku buka situs jejaring sosial Facebook.com dan ada pesan dari John Vandenberg, Presiden Wikimedia Australia, yang belum lama berteman via dunia maya. Ia mengajak saya untuk menghadiri LangCamp 2012 (atau disebut juga Kemah Bahasa), sebuah lokakarya yang diselenggarakan oleh Wikimedia Australia untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan wiki non-Inggris di Indonesia dan Australia (selengkapnya dalam edisi Indonesia dan Inggris). Yang dimaksud wiki non-Inggris di sini yang akan didukung adalah Wikipedia bahasa Bali dan Minang yang diperjuangkan agar keluar dari Incubator.

Sebelumnya aku juga ditawari oleh John dengan nada serupa, hanya saja waktu itu aku masih enggan karena LangCamp masih mengutamakan penutur bahasa Bali dan Minang untuk hadir. Namun, setelah hari itu, aku pun mengiyakan untuk hadir. Dalam sekejap, aku langsung jingkrak-jingkrak tak jelas di studio karena terlalu senang (bjn: Kasanangan). Beberapa saat kemudian, aku menghubungi kakakku, Ica, di Balikpapan, untuk meminta tolong memesankan tiket keberangkatan dan kepulangan dari dan menuju Jakarta. Tiket keberangkatan hari Rabu pukul 19.10 WITe dan tiket kepulangan hari Sabtu pukul 18.20 WIB.

Minggu, 09 September 2012

Jakarta Dalam Sudut Pandangku

Pemandangan Jakarta yang ku lihat dari dalam bus Damri. (ezg)
Tepat setahun sebulan, pasca kepulanganku dari Jakarta, sebuah kota, provinsi, dan ibu kota Negara, yakni Indonesia. Ya, keberangkatanku ke Jakarta pada tanggal 4 Agustus 2011 hingga 7 Agustus 2011 meninggalkan kesan tersendiri bagiku, dan menjadi suatu pengalaman dalam hidup.

Pada awalnya, bisa dibilang faktor yang menyebabkan aku bisa pergi ke Jakarta adalah karena Wikipedia. Ya, di dunia maya aku cukup intensif berkecimpung di Wikipedia, tepatnya edisi bahasa Indonesia (http://id.wikipedia.org) dan juga bahasa Banjar (http://bjn.wikipedia.org). Sebuah organisasi nirlaba bernama Wikimedia Indonesia (selanjutnya disingkat WMID-kunjungi http://wikimedia.or.id untuk lebih jelas mengenai organisasi ini) mengundangku untuk berkenalan dan berbincang-bincang mengenai keterlibatanku di Wikipedia, baik sebagai pengguna, kontributor, atau pun sebagai pengurus/pambakal. Selama 4 hari 3 malam ku di sana, sebagai ‘anak daerah’ yang belum pernah sekali pun berkunjung ke kota metropolitan, sungguh ada rasa kekaguman dan ketakjuban-bisa dibilang udik-ketika menginjakkan kaki di Jakarta. Selama waktu tersebut, aku disambut oleh pihak WMID dengan ramah dan membuatku nyaman sekali, sehingga sempat terlintas di pikiran untuk tinggal di Jakarta.