Postingan

Menampilkan postingan dari 2009

Surat Tak Dikenal

Pulang sekolah, Aku selalu melewati pematang sawah yang bersebelahan dengan sekolahnya. Jalan itu memang jalan yang paling dekat dengan rumahku. Dulu sih ada jalan yang lebih nyaman, tapi sekarang buntu karena ada dinding yang dibangun oleh kontraktor untuk membangun perumahan. Setelah melewati pematang sawah itu kemudian Aku harus melewati tembok yang berlubang agar jalan ke rumahnya tidak terlalu memutar jauh. Tapi kalau lubang itu ditutup terpaksa Aku harus melewati jalan umum yang lumayan jauh.

Sore itu setelah pulang dari latihan pramuka, Aku langsung pulang karena latihan tadi sangat melelahkan. Aku berjalan dengan tergesa-gesa di pinggir tembok itu. Samar-samar didengarku, namaku dipanggil seseorang. Aku menoleh dan kulihat seorang anak laki-laki sedang berdiri menatapku dengan wajah sayu.

Aku mendekati anak itu dan bertanya apakah ia memanggil namaku. Dan ternyata anak itu mengangguk. Waktu ditanya apakah ia bersekolah di situ juga (Sekolahku, SMP x),sekali lagi anak itu Cuma m…

Wartawan Rumah Hantu

Adit-sebut saja demikian-adalah seorang wartawan foto. Tapi dia juga melayani foto-foto ulang tahun, perkawinan, dal lain-lain. Dia sangat senang dengan profesinya itu dan kemana saja dia pergi kameranya tidak pernah ketinggalan.

Suatu hari dia bertemu teman akrabnya, Hardi-sebut saja demikian- yang sudah agak lama tidak bertemu. Hardi memang sengaja mencari Adit untuk disuruh memuat foto aneh tapi nyata itu ke majalahnya. ”Kamu dapat foto ini darimana, Har?” kata Adit. ”Saya dapat dari orang. Yang jelas, foto ini aneh, ’kan!” jawab Hardi. ”Iya, iya, tapi ini tidak mungkin. Jangan-jangan nanti beritanya malah ditertawakan orang karena keluar dari logika alias tidak masuk akal. Keadaan dan sifat kamera ini adalah logika dan sistemnya elektronik. Jadi artinya apa yang tampak nyata, itu bisa direkam oleh lensa kamera ini dan tidak bisa yang bersifat gaib-gaib begini. Dan lagi, kamu, kok masih juga percaya pada hal-hal yang semacam itu, Har!”. Setelah itu Adit berkata lagi, ”Sudah, begini …

Sweet Seventeen of Dona

Gambar
Rabu, 9 Desember 2009.

Seperti biasa, aku bersekolah (studi). Ketika sedang duduk, Dona memberikanku sebuah undangan ulang tahunnya yang unik. Terselip di dalam sejenis sedotan yang berhiaskan tali berwarna emas-perak. Ya, hari itu si Ella Dona Fita (panggilan khususku, Dondon) berulang tahun yang ke-17. Sweet Seventeen dong! Ternyata aku lebih muda 7 bulan darinya. Hehehe

Sepulang sekolah, aku tak pulang dahulu. Melainkan menemani sohibku, Dedi, yang juga diundang oleh Dona, untuk membeli kado ulang tahun buat Dona. Sebelumnya, dia mengajakku ke rumahnya yang berada di Pasar Kedondong dalam masuk gang di Kelurahan Karang Asam Ilir, Sungai Kunjang, Samarinda untuk berganti pakaian dan ’meminta uang’ ke ortunya. Setelah itu, kami langsung tancap gas menuju sebuah toserba yang bernama Gede 69 di Jl. RE Martadinata, Teluk Lerong Ilir, Samarinda Ulu. Kami berkeliling di sepanjang toko tersebut untuk mencari kado yang pas untuk Dona.

Setelah menemukan kado yang pas, kami beranjak dari toko t…

Hantu Jual Jamu

Hantu ini berkeliaran karena penasaran, belum bisa membayar uang kembalian pada pembelinya.

Ketika Dodik sedang belajar di rumah, tiba-tiba ia mendapat telepon dari pamannya supaya datang segera ke rumah pamannya tersebut karena kepentingan yang sangat mendadak pada hari itu. Dodik pun segera bersiap-siap untuk pergi ke rumah pamannya.
Dodik disuruh mengantar pamannya ke bandar udara dan membawakan barang bawaan di dalam koper yang agak berat. Pamannya itu akan pergi untuk mengikuti rapat kerja di Jakarta lebih kurang seminggu lamanya.

Untuk sementara waktu kantor pamannya ditutup dan semua pegawai terpaksa diliburkan. Itulah sebabnya Dodik disuruh datang supaya menjaga kantor pamannya itu. Sebagai pengisi waktu, dia menyibukkan dirinya untuk belajar karena seminggu lagi diaakan mengikuti Ujian Semester.

Malam hari, ketika sudah merasa mengantuk, Dodik segera keluar rumah untuk menutup pintu pagar rumah dan mengunciny supaya aman dan ridak menjadi beban pikiran dalam tanggung jawabnya men…

Gunung Lipan dan Misterinya

Gambar
Tahukah anda dengan Gunung Lipan??? Ya…memang nama Gunung Lipan tak asing lagi di telinga, khususnya bagi orang yang berusia diatas 70 tahun. Sedangkan orang yang baru berumur 50 tahun kebawah, maka hanya cerita saja yang mereka dapat, dan belum tentu mengetahui lokasi Gunung Lipan, Hutan Bambangan, dan dari mana didapat nama Gunung Lipan tersebut. Berikut cerita misteri Gunung Lipan yang diambil dari beberapa pengalaman tokoh warga (te-tuha kita) dengan usia sekitar 70 tahun keatas, termasuk pengalaman Johansyah Balham sendiri.
Jika anda akan melakukan perjalanan Samarinda-Balikpapan, maka anda pasti melewati Gunung Lipan, tepatnya di pinggir Sungai Mahakam dan terdapat restoran Lipan Hills disana, dengan tanjakan yang berkelok-kelok. Tapi tau kah anda bahwa Gunung Lipan sebenarnya adalah sebuah perkampungan para makhluk halus yang kebanyakan bertubuh kerdil, dan pada celah gunung terdapat sebuah air terjun yang menurut cerita sangat segar jika diminum dan dimandikan pada tubuh. Dan…

Sahabat

Gambar
Rabu, 25 November. Ketika itu aku ingin melaksanakan ibadah Salat Zuhur di Masjid sekolahku, SMAN 5 Samarinda, Masjid Al Muttaqin. Kebetulan jarak antara kelasku dengan majid tak terlalu jauh. Bahkan, saling berhadapan (dilihat dari jendela). Waktu itu aku melewati pintu samping yang hanya terbuka jika waktu Salat Zuhur. Aku melewati sisi luar kelas (yang berupa jendela-jendela) XI IPS yang merupakan salah satu gedung tertua. Aku melihat aktivitas siswa-siswi XI IPS yang masih di kelas. Ketika aku melihat di kelas XI IPS x yang berjarak sekitar 1 kelas dari kelasku. Aku melihat Friza (sebut saja begitu), sahabatku sejak kelas X dan kami duduk bersama sejak Oktober 2008 dan berteman akrab hingga bersahabat. Namun, sejak kami naik ke kelas XI dan kami pun terpisah meski sama-sama IPS dan jarak kelasku dan kelasnya tak begitu jauh. Aku sempat merasa kehilangan karena dia sangat baik terhadapku dan kami selalu bersama bagaikan “saudara kembar”. Ya, namun hanya kembar nama panggilan saja. …

“Sudah masuk TV, masuk Buku Best Seller Pula”

Gambar
Bangga banget deh nenekku bisa terkenal walau tak dikenal namanya. Seperti yang baru saja kutemukan di sebuah buku terbitan 2007 (sebenarnya sudah terlambat membacanya) berjudul “IPDN Undercover” tulisan Inu Kencana Syafiie, mantan dosen IPDN yang menghebohkan tanah air beberapa waktu lalu dengan keberaniannya mengungkap kasus kriminal di kampus tempat ia mengajar.
Kembali ke kisah nenekku. Saat kubaca buku tersebut pada bagian “H. WARNA-WARNI CERAMAH-1. Banjarmasin halaman 262 paragraf 12 yang berbunyi,

“Sehari Sesudah ceramah,saya diminta kembali memeberi kuliah umum di Universitas Lambung Mangkurat ini. Paginya, saya minta untuk dibawa ke pasar terapung. Saya teringat nenek penjual sayur dalam pembukaan RCTI yang populer itu. Katanya, nenek itu sudah kaya dan tidak mau lagi berjualan di pasar terapung. Bahkan, dia sudah naik haji. Pergi haji adalah kebanggaan orang Banjarmasin.”

Saya Cuma mengklarifikasi saja, bahwa nenek (saya) itu tidak kaya. Namun berkecukupan ditunjang kelima anak…

Artikel hari ini

DO, RE, MI, FA, SOL, LA, SI
Tahukah kamu? Sebagaimana yang diakui oleh sarjana Barat maupan Timur, bahwa orang Arablah yang memperkenalkan not; do, re, mi, fa, sol, la, si. Bunyi-bunyi itu diambil dari bunyi huruf-huruf Arab: dal (ﺪ), ra (ﺭ), mim (ﻢ), fa (ﻑ), shad (ﺺ), lam (ﻞ), sin (ﺱ).
Adalah Hasan Ibn Nafi’ yang lebih dikenal dengan Ziryab. Ia adalah seorang maula dari Irak, murdi Ishaq al-Maushuli seorang musisi dan biduan kenamaan di istana Harun al-Rasyid. Ziryab tiba di Cordova pada tahun pertama pemerintahan Abd al-Rahman II al-Ausath. Kepiawaiannya dalam seni musik dan tarik suara, menjadikan pengaruhnya masih meembekas sampai sekarang. Bahkan ia pula dikenal sebagai peletak dasar dari musik Spanyol modern.