Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2009

Gunung Lipan dan Misterinya

Gambar
Tahukah anda dengan Gunung Lipan??? Ya…memang nama Gunung Lipan tak asing lagi di telinga, khususnya bagi orang yang berusia diatas 70 tahun. Sedangkan orang yang baru berumur 50 tahun kebawah, maka hanya cerita saja yang mereka dapat, dan belum tentu mengetahui lokasi Gunung Lipan, Hutan Bambangan, dan dari mana didapat nama Gunung Lipan tersebut. Berikut cerita misteri Gunung Lipan yang diambil dari beberapa pengalaman tokoh warga (te-tuha kita) dengan usia sekitar 70 tahun keatas, termasuk pengalaman Johansyah Balham sendiri.
Jika anda akan melakukan perjalanan Samarinda-Balikpapan, maka anda pasti melewati Gunung Lipan, tepatnya di pinggir Sungai Mahakam dan terdapat restoran Lipan Hills disana, dengan tanjakan yang berkelok-kelok. Tapi tau kah anda bahwa Gunung Lipan sebenarnya adalah sebuah perkampungan para makhluk halus yang kebanyakan bertubuh kerdil, dan pada celah gunung terdapat sebuah air terjun yang menurut cerita sangat segar jika diminum dan dimandikan pada tubuh. Dan…

Sahabat

Gambar
Rabu, 25 November. Ketika itu aku ingin melaksanakan ibadah Salat Zuhur di Masjid sekolahku, SMAN 5 Samarinda, Masjid Al Muttaqin. Kebetulan jarak antara kelasku dengan majid tak terlalu jauh. Bahkan, saling berhadapan (dilihat dari jendela). Waktu itu aku melewati pintu samping yang hanya terbuka jika waktu Salat Zuhur. Aku melewati sisi luar kelas (yang berupa jendela-jendela) XI IPS yang merupakan salah satu gedung tertua. Aku melihat aktivitas siswa-siswi XI IPS yang masih di kelas. Ketika aku melihat di kelas XI IPS x yang berjarak sekitar 1 kelas dari kelasku. Aku melihat Friza (sebut saja begitu), sahabatku sejak kelas X dan kami duduk bersama sejak Oktober 2008 dan berteman akrab hingga bersahabat. Namun, sejak kami naik ke kelas XI dan kami pun terpisah meski sama-sama IPS dan jarak kelasku dan kelasnya tak begitu jauh. Aku sempat merasa kehilangan karena dia sangat baik terhadapku dan kami selalu bersama bagaikan “saudara kembar”. Ya, namun hanya kembar nama panggilan saja. …

“Sudah masuk TV, masuk Buku Best Seller Pula”

Gambar
Bangga banget deh nenekku bisa terkenal walau tak dikenal namanya. Seperti yang baru saja kutemukan di sebuah buku terbitan 2007 (sebenarnya sudah terlambat membacanya) berjudul “IPDN Undercover” tulisan Inu Kencana Syafiie, mantan dosen IPDN yang menghebohkan tanah air beberapa waktu lalu dengan keberaniannya mengungkap kasus kriminal di kampus tempat ia mengajar.
Kembali ke kisah nenekku. Saat kubaca buku tersebut pada bagian “H. WARNA-WARNI CERAMAH-1. Banjarmasin halaman 262 paragraf 12 yang berbunyi,

“Sehari Sesudah ceramah,saya diminta kembali memeberi kuliah umum di Universitas Lambung Mangkurat ini. Paginya, saya minta untuk dibawa ke pasar terapung. Saya teringat nenek penjual sayur dalam pembukaan RCTI yang populer itu. Katanya, nenek itu sudah kaya dan tidak mau lagi berjualan di pasar terapung. Bahkan, dia sudah naik haji. Pergi haji adalah kebanggaan orang Banjarmasin.”

Saya Cuma mengklarifikasi saja, bahwa nenek (saya) itu tidak kaya. Namun berkecukupan ditunjang kelima anak…