Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2009

Surat Tak Dikenal

Pulang sekolah, Aku selalu melewati pematang sawah yang bersebelahan dengan sekolahnya. Jalan itu memang jalan yang paling dekat dengan rumahku. Dulu sih ada jalan yang lebih nyaman, tapi sekarang buntu karena ada dinding yang dibangun oleh kontraktor untuk membangun perumahan. Setelah melewati pematang sawah itu kemudian Aku harus melewati tembok yang berlubang agar jalan ke rumahnya tidak terlalu memutar jauh. Tapi kalau lubang itu ditutup terpaksa Aku harus melewati jalan umum yang lumayan jauh.

Sore itu setelah pulang dari latihan pramuka, Aku langsung pulang karena latihan tadi sangat melelahkan. Aku berjalan dengan tergesa-gesa di pinggir tembok itu. Samar-samar didengarku, namaku dipanggil seseorang. Aku menoleh dan kulihat seorang anak laki-laki sedang berdiri menatapku dengan wajah sayu.

Aku mendekati anak itu dan bertanya apakah ia memanggil namaku. Dan ternyata anak itu mengangguk. Waktu ditanya apakah ia bersekolah di situ juga (Sekolahku, SMP x),sekali lagi anak itu Cuma m…

Wartawan Rumah Hantu

Adit-sebut saja demikian-adalah seorang wartawan foto. Tapi dia juga melayani foto-foto ulang tahun, perkawinan, dal lain-lain. Dia sangat senang dengan profesinya itu dan kemana saja dia pergi kameranya tidak pernah ketinggalan.

Suatu hari dia bertemu teman akrabnya, Hardi-sebut saja demikian- yang sudah agak lama tidak bertemu. Hardi memang sengaja mencari Adit untuk disuruh memuat foto aneh tapi nyata itu ke majalahnya. ”Kamu dapat foto ini darimana, Har?” kata Adit. ”Saya dapat dari orang. Yang jelas, foto ini aneh, ’kan!” jawab Hardi. ”Iya, iya, tapi ini tidak mungkin. Jangan-jangan nanti beritanya malah ditertawakan orang karena keluar dari logika alias tidak masuk akal. Keadaan dan sifat kamera ini adalah logika dan sistemnya elektronik. Jadi artinya apa yang tampak nyata, itu bisa direkam oleh lensa kamera ini dan tidak bisa yang bersifat gaib-gaib begini. Dan lagi, kamu, kok masih juga percaya pada hal-hal yang semacam itu, Har!”. Setelah itu Adit berkata lagi, ”Sudah, begini …

Sweet Seventeen of Dona

Gambar
Rabu, 9 Desember 2009.

Seperti biasa, aku bersekolah (studi). Ketika sedang duduk, Dona memberikanku sebuah undangan ulang tahunnya yang unik. Terselip di dalam sejenis sedotan yang berhiaskan tali berwarna emas-perak. Ya, hari itu si Ella Dona Fita (panggilan khususku, Dondon) berulang tahun yang ke-17. Sweet Seventeen dong! Ternyata aku lebih muda 7 bulan darinya. Hehehe

Sepulang sekolah, aku tak pulang dahulu. Melainkan menemani sohibku, Dedi, yang juga diundang oleh Dona, untuk membeli kado ulang tahun buat Dona. Sebelumnya, dia mengajakku ke rumahnya yang berada di Pasar Kedondong dalam masuk gang di Kelurahan Karang Asam Ilir, Sungai Kunjang, Samarinda untuk berganti pakaian dan ’meminta uang’ ke ortunya. Setelah itu, kami langsung tancap gas menuju sebuah toserba yang bernama Gede 69 di Jl. RE Martadinata, Teluk Lerong Ilir, Samarinda Ulu. Kami berkeliling di sepanjang toko tersebut untuk mencari kado yang pas untuk Dona.

Setelah menemukan kado yang pas, kami beranjak dari toko t…

Hantu Jual Jamu

Hantu ini berkeliaran karena penasaran, belum bisa membayar uang kembalian pada pembelinya.

Ketika Dodik sedang belajar di rumah, tiba-tiba ia mendapat telepon dari pamannya supaya datang segera ke rumah pamannya tersebut karena kepentingan yang sangat mendadak pada hari itu. Dodik pun segera bersiap-siap untuk pergi ke rumah pamannya.
Dodik disuruh mengantar pamannya ke bandar udara dan membawakan barang bawaan di dalam koper yang agak berat. Pamannya itu akan pergi untuk mengikuti rapat kerja di Jakarta lebih kurang seminggu lamanya.

Untuk sementara waktu kantor pamannya ditutup dan semua pegawai terpaksa diliburkan. Itulah sebabnya Dodik disuruh datang supaya menjaga kantor pamannya itu. Sebagai pengisi waktu, dia menyibukkan dirinya untuk belajar karena seminggu lagi diaakan mengikuti Ujian Semester.

Malam hari, ketika sudah merasa mengantuk, Dodik segera keluar rumah untuk menutup pintu pagar rumah dan mengunciny supaya aman dan ridak menjadi beban pikiran dalam tanggung jawabnya men…