Hantu Jual Jamu

Hantu ini berkeliaran karena penasaran, belum bisa membayar uang kembalian pada pembelinya.

Ketika Dodik sedang belajar di rumah, tiba-tiba ia mendapat telepon dari pamannya supaya datang segera ke rumah pamannya tersebut karena kepentingan yang sangat mendadak pada hari itu. Dodik pun segera bersiap-siap untuk pergi ke rumah pamannya.
Dodik disuruh mengantar pamannya ke bandar udara dan membawakan barang bawaan di dalam koper yang agak berat. Pamannya itu akan pergi untuk mengikuti rapat kerja di Jakarta lebih kurang seminggu lamanya.

Untuk sementara waktu kantor pamannya ditutup dan semua pegawai terpaksa diliburkan. Itulah sebabnya Dodik disuruh datang supaya menjaga kantor pamannya itu. Sebagai pengisi waktu, dia menyibukkan dirinya untuk belajar karena seminggu lagi diaakan mengikuti Ujian Semester.

Malam hari, ketika sudah merasa mengantuk, Dodik segera keluar rumah untuk menutup pintu pagar rumah dan mengunciny supaya aman dan ridak menjadi beban pikiran dalam tanggung jawabnya menjaga rumah pamannya.

Waktu dia kembali masuk ke dalam rumah, tiba-tiba Dodik mendengar ada suara orang berjalan di belakangnya dan seperti berusaha untuk membuka pintu agar itu. Orang tersebut perempuan dan wajahnya menyeramkan dan penuh darah.

Ketika Dodik menoleh ke belakang ternyata tidak ada seorang pun yang berada di situ. Tetapi anehnya pintu pagar yang tadi sudah ditutup dan dikunci itu sekarang terbuka kembali tidak terkunci lagi. Dodik merasa heran dan takut.

Sungguh aneh, ketika Dodik berbalik hendak masuk ke dalam rumah, dia melihat sesosok bayangan wanita berkelebat berjalan di sampingnya menuju teras di samping rumah. Dodik lalu mengikuti wanita itu. Tiba-tiba wanita itu berbalik dan menoleh. Wajahnya pucat sekali dan berlumuran darah segar yang mengalir di sektar wajahnya itu. Dodik terkejut sekali melihatnya dan menjadi gelagapan tak bisa berbicara saking takutnya.
Wanita penjual jamu (diketahui dari bawaan yang dipikulnya) yang trrnyata adalah hantu itu tiba-tiba memberikan uang lembaran sepuluh ribu rupiah. Dodik seperti terkena hipnotis, menerima saja uang pemberian dari hantu itu meskipun tidak tahu apamaksud pemberiannya itu.

Setelah memberikan uang dan diterima oleh Dodik, maka hantu itu mengucapkan terima kasihnya, kemudian lenyap dan menghilang secara gaib. Kini tinggallah dodikyang masih terlongo-longo heran atas kejadian yang misterius itu.

Keesokanharinya, Dodik memberitahu kejadian tersebut kepada Pak RT setempat. Pak RT memeberitahu bahwa penjual jamu itu sudah meninggal ditabrak mobil. Mungkin dia belum sempat memberikan uang kembalian pamannya waktu membeli jamu sehingga arwahnya menjadi penasaran.

Sebagaimana dituturkan oleh Dodik, 2004.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tutorial Menghilangkan Latar Belakang (Background) Putih pada Gambar/Foto dengan Corel PHOTO-PAINT X6

Doa Ketika Memakai dan Melepas Pakaian