Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2010

2 Insiden Penerbangan dalam Sepekan

Gambar
Hanya dalam satu minggu saja (lebih tepatnya rentang 5 hari), 2 insiden dalam dunia penerbangan di Kalimantan Timur terjadi. Tentunya ini menjadi keprihatinan semua pihak. Apalagi diketahui bahwa transportasi udara merupakan transportasi yang cukup penting di Kaltim mengingat beberapa daerah di Kaltim tidak bisa dijangkau oleh darat karena tidak ada sarana jalan darat. Di sebuah koran lokal di Kaltim menyebutkan bahwa 90% bandara di Kaltim tidak layak (karena landasan kurang panjang, stasiun meteorologi belum ada di bandara tersebut sehingga tidak bisa memantau cuaca ketika pesawat akan tinggal landas atau akan mendarat). Berarti, hanya 10% saja bandara di Kaltim yang layak. Dan anda pasti bisa menebak, pasti bandara itu adalah bandara-bandara besar dan karena tidak layak itulah ancaman terjadinya kecelakaan pesawat di bandara yang tak layak tersebut berpotensi sangat besar. Berikut ini adalah rangkuman berita mengenai 2 insiden penerbangan di Kaltim dari berbagai sumber.

Pesawat Triga…

Si Jago Merah Samarinda di Awal Februari

Gambar
Memasuki awal Februari 2010, hanya dalam waktu 10 hari saja, 5 kebakaran sudah terjadi di Kota Samarinda. Jadi, jika dibagi secara kasar, Samarinda bebas dari musibah kebakaran selama 2 hari. Musibah ini masih menjadi momok bagi warga kota. Di awal Februari tersebut, hampir setiap hari Samarinda dibuat ramai oleh suara sirine dari puluhan armada mobil pemadam kebakaran. Stasiun televisi nasional juga menayangkan berita tentang kebakaran di Samarinda. Koran-koran lokal juga setiap hari menyajikan berita terkini seputar kebakaran di Samarinda. Berikut ini adalah beberapa berita yang yang menyangkut soal kebakaran selama awal Februari 2010 di Kota Samarinda yang diambil dari berbagai sumber.

Kebakaran Landa Jelawat
Rabu, 3 Februari 2009 pukul 23.30 wita
Samarinda. Jelang tengah malam, warga yang bermukim di Jl. Jelawat, Samarinda Ilir dan sekitarnya dikejutkan dengan kobaran api itu yang tampak dari atas bukit. Rupanya, kebakaran sedang terjadi.

Sontak, kejadian itu membuat warga setempat, k…

Jembatan Mahakam

Gambar
Jembatan Mahakam (atau biasa disebut Jembatan Mahkota I) adalah jembatan yang menghubungkan Samarinda Seberang dengan Samarinda kota. Jembatan Mahakam dibangun pada tahun 1987 dan diresmikan oleh Presiden Soeharto dan merupakan jembatan pertama yang dibangun di atas Sungai Mahakam. Jembatan Mahakam memiliki panjang sekitar 400 meter dengan tinggi 5 meter di atas permukaan aspal.
Jembatan Mahakam memiliki ciri-ciri rangka baja berbentuk segitiga berwarna kuning dan tulisan "JEMBATAN MAHAKAM" berbentuk setengah lingkaran.

Perkembangan Jembatan Mahakam
Pada tahun-tahun setelah peresmian Jembatan Mahakam, Jembatan Mahakam adalah satu-satunya jembatan yang menghubungkan daerah Mahakam bagian utara dan Mahakam bagian selatan. Kurang lebih 20 tahun jembatan Mahakam menjadi penghubung antara Samarinda Seberang dengan Samarinda Kota, Pemerintah Kota Samarinda mulai membangun dua jembatan untuk mengatasi kemacetan yang sering terjadi di Jembatan Mahakam. Dua jembatan itu adalah jembatan …

Ular Raksasa Menggemparkan Kutai Barat

Gambar
Masyarakat Kutai Barat (Kubar), khususnya warga Mahakam Ulu digemparkan kemunculan sepasang ular raksasa sebesar drum atau berdiameter sekitar 60 sentimeter, dengan panjang sekitar 40 meter. Ular raksasa itu terlihat meliuk di permukaan air di Riam Haloq, Kampung Long Tuyoq, Kecamatan Long Pahangai.

Ular raksasa yang melintas di sungai ini diyakini masyarakat Suku Dayak sebagai naga. Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun, sebenarnya peristiwa kemunculan naga terjadi Jumat (29/1) pekan lalu.

Saat itu sebuah longboat berangkat dari Long Bagun menuju Long Pahangai. Longboat tiba siang hari di Kampung Long Tuyoq, hulunya Riam Haloq. Saat itulah motoris dan penumpang longboat melihat sepasang ular raksasa melintas di permukaan Sungai Mahakam dari arah berlawanan.

Begitu mengetahui sepasang naga lewat, motoris langsung menepikan longboat ke tepi sungai karena khawatir menjadi korban. “Ternyata kedua naga itu berjalan terus dan tidak merasa terganggu dengan kehadiran longboat,” tutur Dodik…