Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2010

Kartini Menggugat

Waduh….belum apa-apa judulnya udah syerem banget neh. Ibu Kartini kan udah lama meninggal, kok bisa dia menggugat? Pasti seru neh! Nah, mumpung bulan April rasanya kurang afdhol kalo kita gak ikut membicarakan beliau yang setiap tahun selalu ada peringatan hari kelahiran putri keraton Jawa ini.

Kartini sudah terlanjur jadi jargon emansipasi perempuan Indonesia. Di setiap waktu dan bidang, semua mengelu-elukan beliau sebagai peletak tonggak persamaan hak perempuan dengan laki-laki. Semua profesi yang berkaitan dengan perempuan sebagai pelaku aktif di dalamnya, tidak pernah ketinggalan selalu menyelipkan nama Kartini dengan penuh kekaguman dan terima kasih yang mendalam. Benarkah Kartini sehebat itu?

Jangan-jangan pemujaan ini menyimpan makna tertentu di baliknya. Apa iya sih Cuma Kartini saja yang memperjuangkan hak perempuan terutama dalam hal memperoleh pendidikan? Ikuti terus yuk biar jelas…

Perempuan hebat lainnya

Pernah nggak kamu mendengar nama Dewi Sartika dan Cut Nyak Dien? Hmm……

Masjid Keramat Banua Halat Tapin

Masjid Al-Mukarromah atau yang lebih dikenal dengan nama Masjid Keramat Banua Halat adalah masjid tua yang berada di desa Banua Halat Kiri, Tapin Utara, Tapin, Kalsel. Masjid ini berjarak sekitar 120 km dari ibukota provinsi Kalimantan Selatan.

Sejarah

Tidak diketahui pasti kapan masjid ini dibangun. Menurut sejarah, masjid yang dikeramatkan tersebut dibangun H. Syafrullah atau yang dikenal orang terdahulu sebagai Datu Ujung (dalam versi lain ada yang juga menyebutkan kalau masjid ini didirikan oleh Haji Mungani Salingnata pada tahun 1840). Datu Ujung ini memiliki kehebatan yang masih dikenal sampai sekarang, yaitu tiang miring. Tiang ini menjadi salah satu tiang utama di masjid tersebut.

Sebagai tokoh masyarakat yang dikenal, Datu Ujung bersama masyarakat membangun masjid keramat untuk tempat ibadah masyarakat sekitar. Saat pembangunan masjid tersebut tiang-tiang masjid dicari Datu Ujung ke Desa Batung, Kecamatan Piani. Menurut sejarah pula, tiang-tiang itu hanya ditendang Datu Ujung de…