Rebutan Etnis Jawa

Ketika ku membaca majalah "BONGKAR!" edisi 164 (14-20 Juni 2010), ada artikel yang sangat menarik sekali dan bahkan ku baca berulang-ulang. Artikel itu merupakan artikel utama. Judulnya, "Rebutan Etnis Jawa". Berikut kutipan artikelnya.

Di suatu sudut jalan, ada gambar Syaharie Jaang mengenakan pakaian adat Jawa. Lengkap dengan blankon (tutup kepala batik khas Jawa) dan pakaian lurik. Di bawah foto besar di baliho itu juga ada tulisan yang intinya mengajak komunitas Jawa untuk mendukung dirinya yang maju bersama Nusyirwan Ismail sebagai calon walikota dan calon wakil walikota Samarinda, periode 2010-2015.

Syaharie Jaang sebenarnya berasal dari suku Dayak. Tapi, lumrah saja ia mengenakan pakaian adat Jawa. Maklum, istrinya, Puji Astuti memang asli dari Jogjakarta. Dari pergaulan sang istri di komunitas etnisnya, mau tidak mau membuat Syaharie Jaang terbiasa dengan lingkungan itu juga.

Pasangannya, Nusyirwan Ismail, juga memperistri orang Jawa Timur. Itu sebab, pasangan ini disebut-sebut cukup kuat untuk merebut hati kalangan etnis Jawa. Malah bisa melampaui kandidat yang memang asli berasal dari etnis Jawa.

Sebut saja kandidat yang asli dari Jawa. Yaitu Ipong Muchlissoni dan Sutrisno. Ipong termasuk yang jor-joran menggarap komunitas Jawa, sedangkan Sutrisno tak terlalu kelihatan bagaimana strateginya.

Ipong sejak jauh hari sudah serius menggarap komunitas Jawa dengan mengadakan berbagai acara, seperti pertunjukan wayang kulit di beberapa tempat. Antusiasme memang cukup kuat, apalagi bagi orang-orang Jawa Samarinda yang tinggal di pinggir kota.

Para calon wakil walikota juga tidak kalah sigap. Misalnya Damanhuri yang pasangan dengan Cawali Andi Harun. Damanhuri punya hubungan emosional yang kuat dengan etnis Jawa, karena selama karirnya berpolitik sudah sering memanfaatkan kekuatan suara mereka.

Begitu juga Ridwan Effendi yang dipasangkan dengan Dhani Firnanda. Pasangan professional dokter dan guru ini nampaknya memilih cara-cara sederhana dalam menarik simpati etnis Jawa. Misalnya dengan door to door.

Bagaimana sich kekuatan suara etnis Jawa dalam pemilihan walikota dan wakil walikota Samarinda 2 Agustus 2010* nanti?

Data dari Level Survei Independen (LSI) Kaltim menyebutkan, di Kota Samarinda yang berpenduduk sekitar 600 ribu jiwa, saat ini dihuni oleh 39,75 persen orang Jawa. Kemudian suku lainnya, Banjar (26,88 persen), Bugis (12,13 persen).

Dengan kuantitas yang begitu besar maka pantas tiap kali menjelang Pemilu Kada, tokoh-tokoh dari etnis suku ini jadi rebutan tim sukses. Mereka dirayu-rayu agar bergabung dengan salah satu kandidat. Bahkan rayuannya tak sekedar di mulut, kandidat menjadi sangat ringan tangan dengan memberikan bantuan keuangan , sampai janji-janji proyek kalau nanti mampu memenangkan.

Para kandidat juga berusaha memikat dengan mendatangkan pagelaran wayang dengan dalang yang cukup tersohor di tanah air. Dari pertunjukkan seni tradisional itu nantinya si kandidat memperkenalkan diri, agar dipilih dalam Pemilu Kada. Cara lainnya dengan membagi-bagi hadiah seperti kaus, topi, selendang, dll.

Pada Pemilu Kada Samarinda 2005 silam, etnis Jawa juga digarap oleh kandidat yang bertarung waktu itu. Misalnya calon walikota Masykur Sarmian dari PKS (Partai Keadilan Sejahtera) serta calon wakil walikota Prof Siti Muriah yang berpasangan dengan Awang Ferdian. Faktanya, meski kekuatan etnis Jawa begitu besar, mereka tidak terpengaruh dengan isu sukuisme. Waktu itu yang menang adalah pasangan Achmad Amins – Syaharie Jaang.

Boleh jadi ini adalah realitas politik yang aneh. Sebab, secara nasional pun – di mana suku Jawa masih menempati populasi terbesar di Indonesia– sekitar 42 persen- calon-calon pemimpin nasional selalu berusaha menggunakan sentiment itu. Bahkan ada anggapan kalau calon presiden bukan orang Jawa, tidak bakal bisa menang.

Contoh-contohnya sudah ada. Hasil pemilihan langsung presiden tahun 2004 dan 2009 berhasil menempatkan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi presiden. Calon dari suku lain? Lewat.

* = Pilkada Samarinda diundur menjadi 12 Oktober 2010

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tutorial Menghilangkan Latar Belakang (Background) Putih pada Gambar/Foto dengan Corel PHOTO-PAINT X6

Doa Ketika Memakai dan Melepas Pakaian