Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2011

Samarinda Kebakaran: Sidomulyo

Balita kembar tewas terbakar pada kebakaran yang terjadi di jalan Rumbia Gang Irama RT 20 Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Samarinda Ilir, Kalimantan Timur, Senin.
Dilaporkan, kebakaran yang menghanguskan enam petak rumah dan menewaskan balita kembar yakni Steven dan Kevin (3) itu terjadi sekitar pukul 10.30 WITA.

Kedua jasad korban baru bisa dievakuasi setelah petugas pemadam kebakaran berhasil memadamkan kobaran api setengah jam kemudian atau sekitar pukul 11.00 WITA.

Jasad putra kembar pasangan Fitri Hartati dan Yakobus Neuvlapo itu tewas terpanggang di dalam rumahnya dengan kondisi mengenaskan. Keduanya ditemukan dalam kondisi tubuh tidak utuh lagi dengan posisi saling berpelukan diantara puing-puing rumahnya.

"Saat ditemukan, kedua tubuh anak itu terlihat saling perpelukan. Kondisinya sudah sangat memprihatinkan karena beberapa bagian tubuhnya sudah hangus terbakar," ungkap seorang saksi mata di lokasi kebakaran.

Menurut keterangan warga, kebakaran tersebut diduga aki…

Samarinda Kebakaran: Karang Asam Ilir dan SCP

Gambar
Karang Asam Ilir

Kebakaran terjadi di Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Tepatnya berlokasi di Jalan Slamet Riyadi, Gang Rata Etam RT 01, Karang Asam Ilir, Sungai Kunjang. Kebakaran ini terjadi pada pukul 2 siang atau beberapa jam setelah artikel ini diturunkan ke blog ini. Belasan rumah hangus. Berkat kesigapan petugas pemadam kebakaran dari Pemkot maupun swasta, api tak menjalar lebih luas, bahkan ke seberang sungai (karena TKP berada di pinggir sungai Karang Asam).

"Saya sempat mendengar suara ledakan sebelum api menyambar rumah warga. Arahnya, dari rumah Ibu Abut," ungkap seorang warga.

Ketua RT 01 Kelurahan Karang Asam Ilir, Fadlansyah ditemui di lokasi kebakaran menyatakan, belum bisa memastikan jumlah rumah dan Kepala Keluarga (KK) yang menjadi korban kebakaran itu.

Bulan Bercincin Jadi Perhatian Warga Samarinda

Gambar
Sebuah fenomena alam sempat mendapat perhatian warga Kota Samarinda, Kaltim, yakni adanya cincin putih bulat di langit (Halo) yang melingkari bulan purnama.

Dilaporkan di Samarinda, Jumat malam bahwa pemandangan indah tapi misterius itu yang belangsung sekitar 23:00 Wita menarik perhatian warga.

Sejumlah warga keluar rumah untuk melihat pemandangan unik pada malam hari dengan fanorama langit sangat cerah.

Warga melihat pemandangan yang jarang mereka lihat, pada langit malam yang cerah itu terjadi bulan purnama dan sekelilingnya tampak cicin putih bulat melingkari bulan.

"Saya mendapat SMS (pesan elekronik singkat) dari keluarga yang menginformasikan hal itu, karena di pemukiman mereka, warga heboh keluar rumah melihat hal ini," ujar David, warga Samarinda Seberang.

Nasib Sungai-sungai di Samarinda

Gambar
Perempuan tua bernama Azizah itu tak ragu menciduk air sungai dan menyiram ke sekujur tubuhnya. Walaupun air terlihat berwarna hitam, Azizah yang berbalut kain sarung tetap riang. Di sebelahnya juga ada beberapa perempuan dan anak-anak melakukan aktivitas serupa.

Pemandangan seperti ini masih ditemui warga Kota Samarinda tiap pagi dan sore. Terutama di kawasan dekat Jalan Perniagaan Pasar Segiri Samarinda Ulu sampai belakang Jalan Dr Soetomo. Ada sekitar 250 ribu warga atau hampir separuh penduduk di kota itu yang tinggal di sisi kiri dan kanannya.

Warga bantaran Sungai Karang Mumus (SKM), sebagian masih memanfaatkan air sungai itu untuk kehidupan sehari-hari. Sebutannya; MCK alias mandi, cuci dan kakus. Bedanya, kalau dulu sekitar tahun 1970-an pemandangan seperti itu terasa ‘menyegarkan’, sekarang justru menjadi memprihatinkan.