Bulan Bercincin Jadi Perhatian Warga Samarinda

Sebuah fenomena alam sempat mendapat perhatian warga Kota Samarinda, Kaltim, yakni adanya cincin putih bulat di langit (Halo) yang melingkari bulan purnama.

Dilaporkan di Samarinda, Jumat malam bahwa pemandangan indah tapi misterius itu yang belangsung sekitar 23:00 Wita menarik perhatian warga.

Sejumlah warga keluar rumah untuk melihat pemandangan unik pada malam hari dengan fanorama langit sangat cerah.

Warga melihat pemandangan yang jarang mereka lihat, pada langit malam yang cerah itu terjadi bulan purnama dan sekelilingnya tampak cicin putih bulat melingkari bulan.

"Saya mendapat SMS (pesan elekronik singkat) dari keluarga yang menginformasikan hal itu, karena di pemukiman mereka, warga heboh keluar rumah melihat hal ini," ujar David, warga Samarinda Seberang.

Sejumlah warga di sekitar Jalan Dahlia juga ikut melihat pemandangan tersebut. Fenomena alam itu kian cepat menyebar melalui jejaring sosial, seperti Facebook dan Twitter.

"Subhanallah, semoga fenomena alam ini sebagai petanda yang membawa arti kebaikan bagi kita semua," kata Santi, warga Basuki Rahmat Samarinda.

Dari sisi ilmiah, fenomena cincin di sekitar bulan atau yang disebut halo tidak mirip dengan halo matahari.

Halo bulan umumnya pada malam hari dan berwarna putih namun halo matahari menampilkan pelangi berbentuk lingkaran.

Halo bulan disebabkan oleh pembiasan cahaya bulan yang merupakan cermin sinar matahari, dari kristal es di bagian atas atmosfer.

Pembekuan super tetesan air dingin dan ada di awan cirrus yang terletak di ketinggian 20.000 kaki atau lebih melahirkan kristal es. Kristal ini berperilaku seperti permata pembiasan, dan mencerminkan ke arah yang berbeda.

Halo berasal dari sinar yang melewati sisi enam kristal es di atmosfer tinggi. Kristal es ini membiaskan atau menekuk cahaya dengan cara yang sama seperti belokan lensa kamera cahaya.

Cincin ini memiliki diameter 22 derajat. Kadang-kadang, jika beruntung, bisa dilihat cincin kedua, yang berdiameter 44 derajat.

Bentuk kristal es menghasilkan fokus cahaya ke dalam sebuah cincin.

Keberadaan kristal es yang biasanya memiliki bentuk yang sama, bentuk heksagonal sehingga cincin bulan hampir selalu berukuran sama.

Lingkaran cahaya bisa dihasilkan oleh sudut pandang yang berbeda dalam kristal, dan lingkaran cahaya dapat dibentuk dengan sudut 46 derajat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tutorial Menghilangkan Latar Belakang (Background) Putih pada Gambar/Foto dengan Corel PHOTO-PAINT X6

Doa Ketika Memakai dan Melepas Pakaian