Samarinda Kebakaran: Karang Asam Ilir dan SCP

Karang Asam Ilir

Kebakaran terjadi di Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Tepatnya berlokasi di Jalan Slamet Riyadi, Gang Rata Etam RT 01, Karang Asam Ilir, Sungai Kunjang. Kebakaran ini terjadi pada pukul 2 siang atau beberapa jam setelah artikel ini diturunkan ke blog ini. Belasan rumah hangus. Berkat kesigapan petugas pemadam kebakaran dari Pemkot maupun swasta, api tak menjalar lebih luas, bahkan ke seberang sungai (karena TKP berada di pinggir sungai Karang Asam).

"Saya sempat mendengar suara ledakan sebelum api menyambar rumah warga. Arahnya, dari rumah Ibu Abut," ungkap seorang warga.

Ketua RT 01 Kelurahan Karang Asam Ilir, Fadlansyah ditemui di lokasi kebakaran menyatakan, belum bisa memastikan jumlah rumah dan Kepala Keluarga (KK) yang menjadi korban kebakaran itu.

"Saya belum tahu pasti namun dari perkiraan sementara, rumah yang terbakar itu mulai nomer 48-57. Rumah yang terbakar umumnya rumah sewaan bahkan satu rumah ada yang sampai terdiri dari 10 petak," ungkap Fadlansyah.

"Menurut beberapa warga, api terlihat mulai berkobar dari rumah Ibu Abut. Ada warga yang juga sempat mendengar suara ledakan kemudian api langsung membesar dan menyambar rumah warga lainnya," kata Ketua RT 01, Kelurahan Karang Asam Ilir itu.

Proses pemadaman yang dilakukan petugas PMK Kota Samarinda sempat terhambat akibat akses jalan menuju ke lokasi kebakaran sangat sempit dan hanya bisa dilalui pejalan kami.


Petugas pemadaman terpaksa melakukan pemadaman dengan cara menyambungkan selang dari mobil PMK hingga ke lokasi kebakaran.

"Kami terpaksa menyambung selang sebab lokasi kebakaran berada dalam gang yang sangat sempit. Api baru berhasil dikuasasi setelah hampir satu jam kami melakukan proses pemadaman," ungkap Kepala Seksi Operasional (Kasi) PMK Kota Samarinda, Makmur Santoso, ditemui di lokasi kebakaran.

Satu unit perahu juga terlihat diterjunkan untuk melokalisir kobaran api pada kebakaran yang berlangsung di persis pinggir Sungai Karang Asam itu.

---
Samarinda Central Plaza

Tidak lama berselang, sekitar pukul 16.00, kebakaran kembali terjadi. Kali ini di mal Samarinda Central Plaza (SCP) Jalan Pulau Irian. Api bermula dari tabung gas milik sebuah restoran di lantai 2. Ratusan pengunjung mal lari berhamburan keluar gedung saat mengetahui telah terjadi kebakaran.

"Kebakaran itu berasal dari lantai dua, tepatnya di rumah makan 'Hot Spot'. Dugaan sementara, kebakaran itu terjadi akibat ledakan tabung gas," ungkap Kepala Seksi Operasional (Kasi) Kota Samarinda, Makmur Santoso ditemui di lokasi kebakaran.

"Ketujuh petugas Pemadam Kebakaran itu terluka saat berupaya memadamkan kobaran api, namun tiba-tiba beberapa tabung gas kembali meledak dan menyambar mereka," katanya.

Dilaporkan bahwa belasan mobil petugas yang dikerahkan di lokasi kebakaran terlihat cukup kesulitan untuk menembus titik api di lantai dua Mall SCP tersebut.

Bahkan, upaya evakuasi melalui mobil tangga milik petugas dengan cara memecahkan kaca tidak berhasil dilakukan sebab kaca jendela Mall SCP tersebut dilapisi beton.

Puluhan petugas dibantu para relawan terpaksa menerobos ke gedung berlantai empat tersebut untuk mencari pengunjung dan karyawan yang terjebak.

"Kami masih terus berupaya mencari warga atau petugas yang terjebak di dalam gedung. Sejauh ini, api sudah berhasil dikuasasi, namun asap tebal di dalam gedung masih terus berlangsung," kata Makmur Santoso.

Kapolsekta Samarinda Ilir, Komisaris Feby DP Hutagalung, mengatakan, polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran tersebut.

"Satu orang saksi yakni karyawan rumah makan 'Hot Spot' yang diduga sebagai asal api telah kami mintai keterangan. Namun kami belum bisa menyimpulkan penyebab pasti kebakaran ini," kata Feby DP Hutagalung.

Delapan orang yang terluka, tujuh di antaranya petugas pemadam kata Kapolsekta Samarinda Ilir itu, saat ini dirawat di Rumah Sakit Islam Samarinda.

"Dari data sementara, ada delapan orang yang terluka dan tujuh di antaranya petugas sementara seorang lainnya koki dari rumah makan diduga asal api itu. Kami masih terus mengidentifikasi apakah masih ada korban lain," ungkap Kapolsekta Samarinda Ilir tersebut.

Sementara, salah seorang karyawati Supermarket Hero, Eva mengaku saat kebakaran berlangsung, Mall SCP tengah ramai pengunjung.

"Kami langsung diperintahkan agar segera meninggalkan gedung. Saat mau keluar, saya sempat melihat dua pria yang penuh luka bakar tengah dievakuasi dari lantai dua," ungkap Eva yang mengaku, Supermarket Horo tempatnya bekerja berada di lantai satu Mall SCP.

Saat kebakaran berlangsung kata Eva, situasi Mall SCP sangat mencekam karena ratusan pengunjung dan karyawan histeris sambil berlari keluar gedung.

"Situasinya sangat kacau karena ratusan orang yang ada di dalam gedung berdesak-desakan ingin keluar menyelamatkan diri. Beruntung, tempat kami berada di lantai satu sehingga saya bisa keluar gedung dengan cepat Kami mendengar, kebakaran itu berasal dari rumah makan 'Hot Spot' di lantai II," kata karyawati Supermarket Hero tersebut.

Hingga Sabtu malam, puluhan petugas pemadam dan polisi terlihat masih terus melakukan blokade di Mall SCP untuk mengantisipasi kemungkinan kembali terjadinya kobaran api.

Sumber berita
* Hasil tinjauan di lapangan (termasuk foto)
* Metrotvnews.com
* ANTARA News

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tutorial Menghilangkan Latar Belakang (Background) Putih pada Gambar/Foto dengan Corel PHOTO-PAINT X6

Doa Ketika Memakai dan Melepas Pakaian

Lia, Kakak Angkat Obama yang Tidak Diakui