| Gerbang selamat datang di Kabupaten Paser. (ezg) |
Paser (dulunya bernama Pasir sebelum bupati HM Ridwan Suwidi mengajukan perubahan menjadi Paser dan keluar Peraturan Pemerintah No.49 tahun 2007) adalah sebuah kabupaten yang beribu kota di Tanah Grogot (bupati HM Ridwan Suwidi pun berniat ingin mengubah Tanah Grogot menjadi Tana Paser, entah mengapa, karena saya tak menyimak kabarnya, jadi saya tak tahu lagi), sekitar 260 km dari ibu kota provinsi Kalimantan Timur. Jika dari simpang empat Kuaro, berjarak sekitar 25 km. Saat ini Paser terdiri atas 10 kecamatan. Paser dibentuk sebagai daerah tingkat II pada tahun 1961. Sebelumnya, Paser adalah wilayah kerajaan, kesultanan, federasi, hingga kabupaten seperti sekarang ini. Kerajaan, karena Paser dulunya adalah wilayah Kerajaan Sadurangas sebelum berubah menjadi Kesultanan. Federasi, karena Paser pernah bergabung dengan Federasi Kalimantan Tenggara (zaman Republik Indonesia Serikat tahun 1947-1950) bersama dengan Kotabaru. Hingga tahun 1959, Paser masih menjadi bagian dari provinsi Kalimantan Selatan sebagai salah satu wilayah kawedanaan sebelum bergabung ke provinsi Kalimantan Timur. Jadi, Paser memiliki runutan sejarah tersendiri yang menghiasi perjalanan sejarah provinsi Kalimantan Timur dan Indonesia.
Mengenai infrastruktur, perkembangannya masih terpaku di ibu kota kabupaten dan sekitarnya, yakni Tanah Grogot. Ini bisa dilihat dari tidak meratanya pembangunan di setiap kecamatan, utamanya yang terjauh, utamanya lagi sarana jalan. Tidaklah heran kalau kecamatan terjauh tersebut (aspirasi warganya) berencana untuk segera memekarkan diri. Nama yang digadang-gadang untuk pemekaran kabupaten baru dari Paser adalah Paser Tengah yang terdiri dari kecamatan Muara Komam, Batu Sopang, Kuaro, Long Ikis, dan Long Kali.
Etnis mayoritas di Paser adalah suku Paser (subsuku Dayak Lawangan), Bugis, Jawa, Banjar, dan subsuku Dayak lainnya seperti Modang dan Mului. Motto Paser adalah Paser Buen Kesong dan semboyannya adalah Olo Manin Aso Buen Siolo Ndo yang artinya masa depan lebih baik dari sekarang, sungguh (menurut saya) suatu falsafah hidup yang terbilang maju sebagai subsuku Dayak. Suku Dayak Paser sudah memikirkan masa depan.
Mengenai objek wisata di Paser, sangatlah beragam baik buatan ataupun alami. Berikut adalah tempat wisata yang ada di Paser sebagaimana dilansir dari Wikipedia:
* Telaga Air Panas (Danum Layong) di Long Kali
* Goa Jurong di Long Kali
* Air Terjun Tiwei di Long Ikis
* Air Terjun Gerigu di desa Samuntai, Long Ikis
* Air Terjun Batu Badinding di desa Rangan, Kuaro
* Air Terjun Doyam Seriam di desa Modang, Kuaro
* Air Terjun Doyam Turu di desa Lempesu, Pasir Belengkong
* Air Terjun Rantau Buta di Rantau Buta
* Air Terjun Gunung Rambutan di Batu Sopang
* Goa Alam Loyang di Batu Sopang
* Goa Tengkorak di desa Kasungai, Batu Sopang
* Liang/Goa Losan di Muara Komam
* Liang Mangkulangit di Muara Komam
* Pasir Pantai di Tanjung Harapan
* Pulau Batu Kapal di Tanjung Harapan
* Kandilo Plaza, pusat perbelanjaan di Tanah Grogot
* Agro Wisata Trubus Sari di desa Padang Pengrapat, Tanah Grogot
* Taman Hutan Raya Lati Petangis, Batu Engau
* Taman Alam Lembayung di Tanah Grogot
* Taman Rigani di Tanah Grogot
* Taman Putri Shaleha di Tana Paser
* Museum Sadurangas di Pasir Balengkong
* Batu Indra Giri
* Meriam Portugis
* Kompleks makam raja-raja dari Kesultanan Paser
Nice info,Follow Back my blog
BalasHapuswww.sejarahpaser.blogspot.com
I LOVE PASER BORNEO
BalasHapus