Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2011

Menuju Banua: Ironi Banua Agung

Gambar
Amuntai, 20 Juli 2011. Siang itu, aku masih berada di Amuntai. Waktu menunjukkan pukul 14.46 WITA. Saat ku melintasi Jembatan Paliwara, yang di bawahnya terdapat Sungai Negara, ku melihat dua orang tua (diduga suami isteri) berjalan tertatih-tatih di trotoar jembatan. Ku hentikan sejenak motorku untuk melihat mereka. Setelah berjalan beberapa lama, mereka berhenti di tengah trotoar jembatan. Kemudian, mereka duduk bersila dan menengadahkan tangan, mengharap belas kasih dari orang lain. Aku mulai mendekat kepada mereka, sambil ku potret terus. Aku hanya mengamati saja dari samping apa yang akan terjadi selanjutnya. Ketika ku memotret orang tua itu, ada beberapa pengguna jalan yang memberikan uang kepada mereka. Mungkin, pengguna jalan itu mengira ku seorang wartawan karena aku terus memotret orang tua itu.

Menuju Banua: Awalnya (1)

Rencana "pulang kampung" ke Kalimantan Selatan (selanjutnya disebut Banua) sebenarnya sudah terjadwal sejak lama. Hanya saja, setiap terencana, pasti gagal. Akhirnya, ku bersama kakak perempuanku (selanjutnya disebut a) memutuskan untuk pergi tanpa direncanakan supaya tak gagal. Jadi, ketika ada waktu pas, langsung saja berangkat. Tentunya, jauh-jauh hari ku sudah mempersiapkan barang-barang yang akan dibawa.

Samarinda, 18 Juli 2011.
Setelah selesai dengan urusan pendaftaran ke kampus baru di Politeknik Negeri Samarinda, ku dan a langsung bergegas menuju Balikpapan, persinggahan awal sebelum menuju Banua. Sore hari, kamu pun berangkat dengan menggunakan sepeda motor Supra.

Sesampainya di Balikpapan, kami menuju ke tempat Ica, kakak perempuanku juga untuk menginap sementara. Esoknya, sekitar pukul 4 dini hari, baru kami bergegas menuju pelabuhan penyeberang Feri Kariangau agar bisa sampai di Penajam, seberangnya Balikpapan, pagi hari.

Menuju Banua

Perjalanan ke Banua pada pekan akhir Juli 2011 merupakan “pulang kampung” yang berkesan bagiku, sehingga ku menuangkannya dalam tulisan bersambung pada blog.
Ya. Berkesan, karena sudah beberapa tahun aku tak mengunjungi tanah leluhurku itu. Keberangkatanku ke sana menggunakan sepeda motor bersama kakakku menempuh jarak hingga 615 km jauhnya.

Jika beberapa tahun yang lalu aku pulang ke Banua menggunakan transportasi bus dan melewati kawasan hutan pada malam hari, keberangkatan kali ini ku menggunakan motor dan melewati kawasan hutan pada siang hari. Kawasan hutan yang dimaksud berada di perbatasan antara provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan. Tak kusangka, pemandangan yang ku lihat pada siang hari sangatlah indah, apalagi ketika menaiki kawasan Gunung Rambutan yang merupakan kawasan tertinggi yang bisa dijangkau karena jalan nasional (jalan Negara) melewati gunung ini. Tentunya pemandangan ini takkan pernah ku lihat jika menaiki bus karena transportasi tersebut melewati Gun…