Menuju Banua

Perjalanan ke Banua pada pekan akhir Juli 2011 merupakan “pulang kampung” yang berkesan bagiku, sehingga ku menuangkannya dalam tulisan bersambung pada blog.
Ya. Berkesan, karena sudah beberapa tahun aku tak mengunjungi tanah leluhurku itu. Keberangkatanku ke sana menggunakan sepeda motor bersama kakakku menempuh jarak hingga 615 km jauhnya.

Jika beberapa tahun yang lalu aku pulang ke Banua menggunakan transportasi bus dan melewati kawasan hutan pada malam hari, keberangkatan kali ini ku menggunakan motor dan melewati kawasan hutan pada siang hari. Kawasan hutan yang dimaksud berada di perbatasan antara provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan. Tak kusangka, pemandangan yang ku lihat pada siang hari sangatlah indah, apalagi ketika menaiki kawasan Gunung Rambutan yang merupakan kawasan tertinggi yang bisa dijangkau karena jalan nasional (jalan Negara) melewati gunung ini. Tentunya pemandangan ini takkan pernah ku lihat jika menaiki bus karena transportasi tersebut melewati Gunung Rambutan pada malam hari.

Pada kepulanganku kali ini, aku bebas berkeliling tanah leluhur sampai ke pelosok, melihat sisi lain kehidupan warga Banua. Kunjungan terlamaku di Banua adalah di kampung ibuku, di Tabalong.

Tujuan terakhirku adalah kota kelahiranku Banjarmasin, meski keberadaaanku di sana sangatlah singkat.
Untuk selanjutnya, selamat membaca!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tutorial Menghilangkan Latar Belakang (Background) Putih pada Gambar/Foto dengan Corel PHOTO-PAINT X6

Doa Ketika Memakai dan Melepas Pakaian

Lia, Kakak Angkat Obama yang Tidak Diakui