Mengapa Ahmadiyah Diserang?

Rabu, 18 April 2012. Kala itu seperti biasa (setiap Rabu) dosen Agama Islam pak Abdul Rahman masuk ke kelasku untuk mengajar. Diawali dengan membaca ayat Al-Qur'an bergantian, dan hari itu diawali olehku hingga temanku yang lain. Setelah itu, pak Abdul menjelaskan sebentar mengenai ayat yang dibaca hari itu (QS. Al-Baqarah: 222-223). Kemudian dosenku langsung kembali ke bab pembahasan mata kuliah, yakni Kerangka Dasar Ajaran Islam.

Ada yang menarik dalam penyampaian materi kali ini, yakni tentang aliran Ahmadiyah. Pak Abdul menanyakan kepada kami di kelas tentang pendapat mengenai Ahmadiyah dan pengrusakan oleh umat Islam kepada Ahmadiyah.
Ada temanku yang berpendapat kalau tindakan pengrusakan itu adalah anarkistis dan dia tidak setuju.

Setelah teman-temanku memberikan pendapatnya, gantian pak Abdul yang memberikan pendapatnya. Selama ini, pihak media massa atau pers hanya meliput dan menitikberatkan kepada aksi umat Islam terhadap Ahmadiyah sehingga muncul opini kalau Ahmadiyah menjadi kaum terzalimi. Tetapi, media massa tidak meliput, mengapa umat Islam bisa bertindak seperti itu kepada Ahmadiyah. Seolah-olah wartawan tidak mencari tahu, atau malah pura-pura tidak tahu, terlebih lagi jika wartawannya beragama Islam. Sepertinya mereka sudah 'kerasukan' sekulerisasi.

Tidak tahukah mereka (wartawan), jika umat Islam marah kepada Ahmadiyah bukan tanpa sebab? Ahmadiyah sudah mengacak-acak ajaran pokok Islam, yakni rukun Iman kepada Rasul Allah. Rasul Allah hanya ada 25, yang pertama Adam dan yang terakhir Muhammad SAW. Setelah itu, tidak ada rasul lagi. Pokok inilah yang diacak oleh Ahmadiyah yang meyakini jika setelah Muhammad ada rasul lagi, yakni Mirza Ghulam Ahmad.

Umat Islam sangat sensitif dengan adanya penyimpangan ini. Jadi, tidaklah heran jika umat Islam berang dan menyerang Ahmadiyah, karena Ahmadiyah membawa nama "Islam", tetapi ajaran mereka menyimpang dengan meyakini jika Muhammad bukanlah rasul yang terakhir, inilah yang membuat umat Islam berang.

Jika Ahmadiyah masih kukuh meyakini kalau Mirza Ghulam Ahmad adalah nabi terakhir mereka, janganlah mereka membawa-bawa nama Islam, karena dalam Islam tak ada nabi lagi setelah Muhammad SAW dan lebih baik menjadi agama tersendiri saja.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tutorial Menghilangkan Latar Belakang (Background) Putih pada Gambar/Foto dengan Corel PHOTO-PAINT X6

Doa Ketika Memakai dan Melepas Pakaian

Lia, Kakak Angkat Obama yang Tidak Diakui