Urban Legend of Tepian: Gua Bawah Air Teluk Lerong

Bagi warga Samarinda yang sering berurusan di pusat kota, pasti tahu kawasan Teluk Lerong. Dahulu, Teluk Lerong merupakan kelurahan dalam lingkup administrasi kecamatan Samarinda Ulu. Kemudian, pada tahun sekian (saya tak tahu tahun persisnya) Teluk Lerong dibagi menjadi dua, yakni Teluk Lerong Ulu (TLU) dan Teluk Lerong Ilir (Teluk Lerong induk -TLI atau TL-). Setelah pemekaran kecamatan Sungai Kunjang tahun 1997, TLU masuk kecamatan tersebut.

Wilayah sepanjang Teluk Lerong pada abad ke-20 hingga menjelang tahun 1970 merupakan kawasan pemukiman padat penduduk. Mulai dari gubuk, hingga rumah berarsitektur kolonial. Di bawah kepemimpinan wali kota Samarinda saat itu, H.M. Kadrie Oening, seluruh rumah yang berada di pinggir Mahakam, termasuk di kawasan Teluk Lerong direlokasi karena kawasan tepian Mahakam akan dijadikan kawasan ruang terbuka hijau. Masyarakat yang direlokasi tersebut kini menempati kawasan yang sekarang dikenal sebagai Perum Karpotek dan Perum Bengkuring.

Di Teluk Lerong Ilir, tepatnya di samping SPBU Teluk Lerong terdapat sebuah bukit/gundukan yang berada persis di pinggir sungai Mahakam. Konon, di bawah bukit itu, tepatnya di kedalaman sungai, terdapat sebuah gua bawah air yang bisa tembus hingga ke bawah patung Hansip di Segiri. Keterangan ini dituturkan oleh Gubernur Kalimantan Timur saat itu, A.W. Sjahranie. Namun, saat ini belum ada yang membuktikan, apakah benar ada gua bawah air yang dimaksud? Apakah benar gua bawah air itu dibuat secara alami atau dari hewan sejenis buaya atau naga?


Komentar

  1. Apa kabar wiki hari ini ?? Hehehe.... Lawas kada ngewiki nah, malah balik ke masa lalu, ngeblog :P

    Eh, visit myblog lah di http://www.riemogerz.web.id jangan kadaingat jua tinggalkan jejak :D

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tutorial Menghilangkan Latar Belakang (Background) Putih pada Gambar/Foto dengan Corel PHOTO-PAINT X6

Doa Ketika Memakai dan Melepas Pakaian

Lia, Kakak Angkat Obama yang Tidak Diakui