Suka Korea? Masalah?


Annyeong haseyo. Ya, kali ini aku pengen ngeluarin uneg-uneg terpendam nih, tentang kesukaanku dengan hal-hal berbau Korea. Tapi, desas-desusnya, kalau ada cowok (Indonesia) yang suka tentang hal-hal berbau Korea, dibilang “belok” alias h***. Oastaga!!! Pendapat darimana, tuh? Sini, ku ajarin taekwondo, biar ngerti. :D

Sebelum tahun 2012, aku tidak memiliki minat yang signifikan sama hal-hal berbau Korea (dari tadi berbau-berbau terus, ya, emang Korea bau ya? :D) Biasa aja. Tapi, sekitar bulan Januari 2012, aku ditugaskan sama temen buat ngegantiin rancang acara radio yang dia biasanya bawain, yakni Oriental Hitz (OH) di Polnes FM 107.0 Mhz Samarinda, di mana acara tersebut berfokus terhadap lagu dan informasi seputar Korea, Jepang, dan Mandarin (didominasi Korea). Kebetulan aku penyiar di radio itu sejak 2011. Awalnya memang agak malas, karena tidak tahu apa-apa tentang ke-Korea-an. Tapi, sayang juga kalau OH tak diisi penyiar, karena saat itu tak ada penyiar yang minat terhadap lagu Asia seperti Korea, Jepang, atau Mandarin. Setelah beberapa minggu mengisi siaran OH yang biasa hadir setiap Jumat pukul 14.30 WITA, lama kelamaan aku jadi suka terhadap lagu-lagu Korea, Jepang, dan Mandarin, dan khususnya Korea, karena gampang sekali mendapatkan informasi seputar Korea di internet. Jadilah, aku penyiar tetap rancang acara Oriental Hitz sampai sekarang.
Gara-gara kesukaanku terhadap Korea, aku jadi mulai suka nonton drama Korea. Drama yang menurutku paling pertama dan bagus untuk ku nikmati adalah Rooftop Prince, karena alur ceritanya seru. Dari drama tersebut, bisa diambil nilai positifnya kalau orang Korea itu ramah, murah senyum, dan disiplin. Aku coba menerapkannya dalam kehidupanku sehari-hari walau sebenarnya dalam agama kita sudah diajarkan untuk ramah, murah senyum, dan disiplin.

Gara-gara Korea inilah, aku jadi mulai intensif untuk belajar Hangeul dan bahasa Korea. Tapi, karena bahasa Inggrisku masih kurang lancar, jadi aku tunda sejenak sampai bahasa Inggrisku lancar dan fasih. Kalau sudah lancar Inggris, aku pengen cari beasiswa belajar bahasa Korea ke Korea-nya langsung daripada setengah-setengah di dalam negeri karena pernah ku baca dalam sebuah situs kalau syarat untuk mendapatkan beasiswa haruslah fasih dalam menulis dan berbicara bahasa Inggris.

Nah, katanya lagi, biaya hidup di Korea itu mahal. Hmmm… itulah hidup, selalu ada tantangan. Bumi Allah ini luas, jadi kita tak perlu takut akan miskin atau mati karena miskin di Korea. Ok? (dalam hati, sih, cukup ciut nyali ini :D)

Sekian deh tulisanku kali ini tentang asal-muasal ku menyukai ke-Korea-an. Namun, aku tak lupa dengan budaya bangsa sendiri, khususnya budaya Kalimantan yang melekat kepadaku.

Satu lagi, jangan lupa stay tune ya di Polnes FM 107.0 Mhz Samarinda dalam rancang acara Oriental Hitz setiap Jumat pukul 14.30 WITA. Bisa juga dengerin suaraku yang merdu ini (huaahahueee) via streaming di http://radio.polnes.ac.id

Gamsahamnida!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tutorial Menghilangkan Latar Belakang (Background) Putih pada Gambar/Foto dengan Corel PHOTO-PAINT X6

Doa Ketika Memakai dan Melepas Pakaian

Lia, Kakak Angkat Obama yang Tidak Diakui