Kisah Di Balik Pemutaran Film Di Balik Frekuensi (bagian 1)

Tanggal 3 April, aku iseng memosting kiriman di grup FB UKM Jurnalistik Polnes mengenai sebuah film dokumenter yang menurutku cukup bagus untuk diputar, apalagi jika digelar oleh Ujur, yakni "Di Balik Frekuensi" (selanjutnya akan disingkat DBF), tapi tak ada tanggapan berupa komentar. Akhirnya, aku berinisiatif untuk mencari tahu lebih dalam mengenai DBF, baik melalui Twitter dan Facebook resminya, situsnya, hingga bertanya langsung melalui email. Balasan pun diterima. Aku mendapat berkas mengenai apa dan bagaimana itu DBF. Aku pun mencetaknya melalui printer sekre (sekretariat Ujur, pen.) dan menaruhnya di meja agar dibaca oleh ketua Ujur bernama Uman. Aku juga berkonsultasi dengan Dirham, anggota senior Ujur mengenai bisa tidaknya Ujur menggelar even ini. 

17 April, aku dihubungi oleh Uman via SMS, ia berkata,"Rif, kamu jadi ketua panitianya, ya?". Ku jawab, "Insya Allah". Langsung, ku mempersiapkan segala sesuatunya dam rapat perdana ku gelar tanggal 18 April di sekretariat Ujur. Sudah ku SMS-i puluhan anggota, tapi hanya 5 orang saja yang hadir. Yang membuatku miris, yang tidak hadir, sebagian berada di studio radio!!! Ya, perlu diketahui, selain di sekretariat, anggota Ujur juga sering ngumpul di studio. Akhirnya, meski 5 orang saja yang hadir dalam rapat, hasil dan keputusan dapat diputuskan dan disepakati. Ime, salah satu peserta rapat, mengusulkan agar rapat dipindah dari sekre ke studio. Aku pun menganggukkan kepala tanda setuju. Disepakati pula, pertemuan berikutnya di studio tanggal 24 April.
24 April, pertemuan digelar di studio sekitar pukul 2 siang. Cukup ramai, meningkat menjadi 10 orang (aduhai). Saat itu, kami membahas tentang penyelesaian pembentukan panitia dan formulir pengajuan menjadi partner penyelenggara ke pihak Di Balik Frekuensi. Sebagai ketua panitia, aku menunjuk orang-orang yang hadir untuk bersedia sebagai koordinator. Ya, sebagaimana biasa, pasti ada saja yang menolak. Ada juga, sih, yang mengangguk. Sekitar pukul 3 siang, hujan turun dengan derasnya. Tiba-tiba anggota senior Ujur bernama Atu membawa sekotak donat merk terkenal. Wah, betapa senangnya kami waktu itu. Akhirnya, semua pun menyantap donat masing-masing satu orang. Sungguh ruginya bagi yang tidak hadir saat itu. Canda tawa pun mengiringi. (bersambung)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tutorial Menghilangkan Latar Belakang (Background) Putih pada Gambar/Foto dengan Corel PHOTO-PAINT X6

Doa Ketika Memakai dan Melepas Pakaian