Kisah Di Balik Pemutaran Film Di Balik Frekuensi (bagian 2)

Setelah dirasa semuanya 'fixed', maka kami pun sepakat menentukan panitia, koordinator, anggota koordinator, dan mengirim formulir sebagai syarat menjadi partner penyelenggara DBF. Saat ku mengecek e-mail beberapa saat kemudian, pihak DBF menyatakan bahwa Ujur telah resmi menjadi partner penyelenggara. Pengiriman materi film pun dikonfirmasi hari tersebut. Pukul 4, kami pun bubar karena rapat telah selesai.

Tapi, hasil rapat tadi hanya berupa corat-coret, bukan berupa proposal yang tersusun sistematis karena ku tak punya contoh proposal yang biasanya dipakai oleh Ujur. Aku pun segera menghubungi Uman untuk meminta berkas-berkas Ujur seperti proposal, dan juga sekalian surat-surat administrasi. Sayangnya, ia sedang di Balikpapan dan berjanji akan memberikannya hari Sabtu tanggal 27 April nanti. Aduh! Mana seminggu lagi mau even pula, pakai ke Balikpapan segala dengan alasan mengurus PKL. Daripada menunggu Uman yang tak jelas kapan jam kepulangannya, aku membuat proposal sendiri dengan mencontek dari makalah proposal. Semalaman aku mengerjakannya.
Jumat, 26 April. Siang hari. Seperti biasa, aku bersiaran di radio frekuensi 107 Mhz dalam rancang acara lagu Asia Timur. Sembari bersiaran, di studio ada anggota senior Ujur, yakni Listi dan Ulfa. Ku jelaskan kepada mereka tentang even yang akan digelar Ujur ini. Mereka pun cukup tertarik, tapi tidak bisa terbaca bahasa tubuhnya kalau mereka bisa membantu. (bersambung)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tutorial Menghilangkan Latar Belakang (Background) Putih pada Gambar/Foto dengan Corel PHOTO-PAINT X6

Doa Ketika Memakai dan Melepas Pakaian