Kisah Di Balik Pemutaran Film Di Balik Frekuensi (bagian 3)

Malam harinya, ku melanjutkan mengetik proposal kembali di rumah. Beberapa menit kemudian, ada peringatan baterai laptopku habis. Ku segera mengambil tas untuk mengambil charger laptop. Astaga! Kok tidak ada chargeranku? Aku kelimpungan, bingung, mencari di mana. Ku tanya orang rumah, tak ada yang tahu. Aku pun langsung ke studio karena pada siang harinya tadi aku ke sana. Tapi, tak ku temukan. Aku juga ke sekre, karena tadi siang aku juga ke sana. Tak ku temukan juga. Langsung lemas aku. Tapi, aku tak habis akal. Aku mencoba meminjam charger laptop ke adik kelasku satu jurusan, namanya Ima, tinggal di Rapak Dalam, 5 km dari rumahku. Aku pun segera kontak langsung dengannya via FB karena ku tak punya nomor HPnya. Aku buka FB via internet di warnet dekat gang 3, 500 meter dari rumah.

"punya charger ganda gak?"
"hmm, ada charger acer, tapi lg di bawa teman, ada lagi charger advan tapi cocok buat acer (pernah coba di laptop saya), ada juga charger toshiba ni di rumah"
"pinjam nah, darurat
yakin advan cocok buat acer?"
"iya kak, laptop saya yg dulu acer, acer 4736
advan itu charger kk saya, cocok kok"
"pinjam yah
rmhmu dkt mn"
"dekat pegadaian/ mushola al xx yg di Rapak Dalam, gak jauh dari simpang 4, jln xxx kk
pinjam aja"
"ntar kk ksitu"
"yoo
masuk gang papaya, tiang telpon ke 3, rumah yg pagarnya di renov"
"ya ampuun
keluar dikit bisa gak"
"=_= dah malam mana bisa
ini juga baru pulang jalan kk"
"ya deh ntar kk tlp"
"oke"

Setelah membayar tarif menggunakan internet di warnet sebesar Rp3.000, aku pun langsung meluncur ke Rapak Dalam, tepatnya di kawasan gang Papaya sesuai petunjuk saat chatting tadi. Masuklah aku kesitu. Laju kendaraan ku pelankan hanya untuk mencari tiang telepon dan, nah! Ketemu juga. Si Ima juga lagi nongkrong di pelataran rumah. Di tangannya sudah tergenggam dua charger laptop.

"Yang mana nih?"
"Yang ini, ka, yang merek Afwan"
"Oh, emang kenapa dengan merek Tobisha?"
"Kalau Tobisha nggak cocok ama Caer, kalau Afwan bisa"
"Oh, ok, deh. Kk pinjam dulu ya! Ntar dibalikin. Kalau gitu kk pulang dulu ya!"
"Oke, ka!"
Segera setelah itu, aku berlalu melaju menyusuri menuju muara gang ke jalan besar. Berkendara 500 meter dari muara gang, ku lihat ada warung nasi goreng. Akhirnya ku singgah tuk mengisi perut sejenak sembari mengecek BBku.

Lanjut, ku berkendara lagi hingga sampai ke rumah dengan selamat. Langsung saja ku mencoba charger laptop pinjaman itu dan ternyata, huaaaaa.... tak bisa digunakan. Aduhai. Jauh-jauh ke sana, tapi nihil hasil. Aku berpikir keras. Meminjam charger ke siapa lagi, ya?

Aha! Pinjam ke Voni saja, salah satu teman kampus satu kelurahan. Meski satu kelurahan, tapi rumahnya sekitar 2 km dari rumahku dan harus menerobos jalan yang becek dan tidak mulus. Aduhai, oastagaa!! Tapi, demi DBF, ku mesti ke sana. Sebelumnya ku telepon dia, siapa tahu dia sudah tidur, takut ganggu, karena waktu sudah menunjukkan pukul 22.32 WITA. 

"Halo, Voni?"
"Iya, rif, kenapa?"
"Sudah tidur kah?"
"Belum, kenapa?" (tumben ni anak perhatian banget)
"Bisa gak aku pinjam chargeran laptopmu? Darurat nih aku ada tugas besok mesti kumpul"
" -_- Oh iya bisa-bisa. Ke sini aja"
"Oke"

Akhirnya meluncurlah aku ke sana, meski rintangan menghadang, utamanya akses jalan yang sangat jelek, belum lagi becek. 15 menit ku tempuh, padahal cuma 2 km jaraknya.

Sesampainya di sana, aku sudah ditunggu Voni di depan rumahnya dan langsung menyerahkan chargeran laptopnya. Ku ucapkan terima kasih dan akan mengembalikannya jika ia memerlukan. (bersambung)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tutorial Menghilangkan Latar Belakang (Background) Putih pada Gambar/Foto dengan Corel PHOTO-PAINT X6

Doa Ketika Memakai dan Melepas Pakaian