Menjejakkan Kaki Sejenak di Taman Terbaru Kota Balikpapan

Masih dalam rangka liburan akhir tahun di Balikpapan, saya beraunan di seputaran Balikpapan Tengah-Selatan. Kebetulan hari itu bertepatan dengan hari Natal. Dari rumah nenek di Gunung Polisi, saya mengendalikan laju motor ke arah Gunung Malang (Jalan Mayjend Sutoyo) via Gunung Sari tembus ke kawasan Markoni. Setelah melalui Markoni, saya arahkan lagi motor ke Jalan MT Haryono. Niat saya pada waktu itu hendak mencari kantor lurah Damai Baru untuk dipotret. Dulunya, kantor lurah Damai Baru merupakan kantor lurah Damai. Namun, karena pemekaran wilayah, kantor lurah Damai masuk ke dalam wilayah administratif kelurahan Damai Baru dan para pegawai kelurahan Damai pun harus rela pindah ke kantor lurah sementara yang berlokasi di Jalan Markoni Atas.

Taman bernama namun tak berwujud namanya.
Selesai jeprat-jepret kantor lurah, saya meneruskan perjalanan dan masuk ke Jalan MT Haryono Dalam dengan maksud ingin mencari kantor lurah Sungai Nangka (salah satu kelurahan baru juga). Masuk gang keluar gang, tak ku temui kantor lurah yang dimaksud. Hingga tulisan ini saya terbitkan, saya mencoba mencari info seputar kantor lurah Sungai Nangka di Google dan ternyata kantor lurahnya pindah ke daerah Gunung Bakaran. -_-

Jalan-jalan di batu koral.

Tak menemukan kantor lurah Sungai Nangka, saya lanjutkan perjalanan ke daerah perumahan Korpri untuk mencari dan memotret kantor baru kecamatan Balikpapan Selatan. Selesai memotret, saya teruskan perjalanan menuju Sepinggan Baru. Beberapa puluh meter melintas, ada pemandangan berbeda yang belum saya lihat sebelumnya, ternyata ada taman baru. Coba-coba, ah, singgah! Menepikan motor sejenak di pinggir jalan, saya coba berjalan di taman yang bernama Taman Tiga Generasi. Meski ada namanya, namun taman yang luasnya 1,5 hektare (Kaltim Post 26/4/2013) ini tidak terlihat ada nama "Taman Tiga Generasi". Di taman ini, yang paling mencolong adalah keberadaan jalur batu koral yang biasa digunakan untuk terapi. Baru menjejakkan kaki di atas batu koral, telapak kaki langsung merah dan kesakitan, mungkin banyak penyakit kali ya badan ini.

Aw aw aw terus dah kalau menyusuri jalan berbatu koral ini.
Karena baru, Taman Tiga Generasi ini masih memiliki kekurangan. Belum ada fasilitas parkir meski di sekitar taman masih ada lahan kosong. Sampah pun masih terlihat berserakan. Sesuai namanya, taman ini dikhususkan untuk kalangan mulai dari anak-anak, dewasa, hingga lansia. Sampai tulisan ini diketik, taman khusus generasi lansia-lah yang bisa dinikmati. Ke depannya untuk zona generasi anak-anak dan dewasa akan menyusul.

Seorang bapak yang juga menikmati jalur batu koral.
Setelah bermain-main ria di jalur batu koral selama 15 menit, saya beranjak melanjutkan perjalanan menuju Sepinggan dan Balikpapan Timur.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tutorial Menghilangkan Latar Belakang (Background) Putih pada Gambar/Foto dengan Corel PHOTO-PAINT X6

Doa Ketika Memakai dan Melepas Pakaian

Lia, Kakak Angkat Obama yang Tidak Diakui