Pembalasan? I Don't Care!

Malam ini, malam Sabtu atau Jumat malam, aku bersiaran di radio kampusku. Karena dari pagi belum makan, aku pun makan dulu di sebuah warung lalapan di depan kampus. Sebenarnya aku terpaksa makan karena gigi masih nyeri tak ketulungan. Tapi karena perut minta diisi, alhasil harus ku isi perut ini. Selepas itu aku Shalat Magrib sebentar. Setelah selesai, aku langsung ke studio. Bersamaan dengan itu, datanglah Yeo-ja, penyiar yang akan bersiaran nantinya. Aku mendampinginya malam ini. Saat masuk ke dalam studio, ternyata di dalam ada Ha-go, salah seorang penyiar angkatan tahun ini. Aku mencoba menegurnya,"Go, ada penyiar yang mau masuk." Seketika itu juga Ha-go keluar sambil menenteng laptopnya. Kemudian, aku dan Yeo-ja masuk ruang on-air. Kemudian Ha-go keluar dari studio.
Yeo-ja mulai bersiaran dan aku di sebelahnya mendampingi, namun tidak ikut siaran karena gigi ini masih cenat-cenut. Aku bertugas sebagai pemosting di Twitter sebagai fasilitas tuk request lagu.

Saat aku mengelola akun Twitter untuk siaran, aku melihat kicauan mengganggu mata di timeline.



Entahlah, apakah tweet itu ditujukan untuk aku atau untuk Yeo-ja. Yang jelas, apaan coba? Jadi cowok kok nyinyir begitu? Cuma gara-gara ku tegur karena ada penyiar yang mau masuk, menggerutunya hampir menyerupai cewek. Cuma gara-gara dia tak bisa siaran, langsung merajuk. Lagi pula, Ha-go sudah beberapa kali siaran pekan ini. Bahkan untuk acara malam, tiga kali dia embat! Untung saja tiga acara malam itu tidak ada penyiarnya.

Nah, ada lagi kicauannya darinya.


Lihat, tambah nyinyir saja ni orang! Langsung nge-nyinyir kayak Farhat Abbas hanya karena Yeo-ja mengangkat tema 'keuntungan punya pacar jelek'. Sebenarnya cuma lucu-lucuan saja, sih! Cuma Ha-go saja yang nyinyir saking sakit hatinya tak bisa siaran.

Aku simpulkan kalau Ha-go sangat arogan dan pendendam. Hanya karena gagal siaran saja, berkicaunya nyinyir begitu. Aku cuma bisa mengelus dada. Belakangan cuma tersenyum saja melihat kicauannya itu. Tidak banyak komentar yang bisa ku utarakan. Meski dia mengancam akan melakukan pembalasan, aku tidak akan takut oleh orang yang arogan. Aku sudah biasa menemukan manusia(?) macam dia dengan karakter seperti itu. Aku tidak bisa memaksa untuk berteman dengan orang-orang itu hanya untuk keakraban semu.

Pembalasan? I don't care! Mari lanjutkan kehidupan, buang orang-orang arogan ke tempat yang disediakan! :D

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tutorial Menghilangkan Latar Belakang (Background) Putih pada Gambar/Foto dengan Corel PHOTO-PAINT X6

Doa Ketika Memakai dan Melepas Pakaian