Sekelumit Kisah di Tepi Kilang Minyak: Gunung Balikpapan

Bagi Anda yang berdomisili di Balikpapan, tentunya tak asing dengan daerah yang bernama "Gunung Balikpapan". Daerah yang juga menjadi hutan kota ini berada di sisi timur kompleks kilang minyak Pertamina Balikpapan Jalan Yos Sudarso. Di sekitar Gunung Balikpapan, ada kompleks perumahan dinas karyawan Pertamina dan perumahan dinas TNI AD (lebih dikenal dengan daerah Gunung Teknik). Sebagai kawasan objek vital nasional (obvitnas), harusnya kompleks kilang minyak Pertamina Balikpapan tidak bisa bebas dimasuki oleh orang awam. Namun, karena jalan utama kompleks kilang minyak, yakni Jalan Yos Sudarso, merupakan jalan alternatif bagi warga Balikpapan, khususnya dari daerah Kampung Baru ke Klandasan mau pun sebaliknya, maka jalan pun tetap dibuka untuk umum.

Jalan Minyak dan Gunung Balikpapan RT 2 Prapatan.
Di kompleks kilang minyak juga terdapat pemukiman warga satu-satunya yang berada di dalam lingkup kompleks tersebut. Pemukiman warga ini berlokasi di RT 2 kelurahan Prapatan, kecamatan Balikpapan Kota. Pemukiman ini cenderung kumuh karena mayoritas bangunan terbuat dari kayu, tidak seperti pemukiman untuk karyawan Pertamina yang berbahan beton dan tertata rapi.

Seorang warga yang berhasil saya temui, Armi (64) yang sudah 40 tahun tinggal di Gunung Balikpapan mengatakan bahwa sudah sejak tahun 1960-an kawasan ini dihuni oleh warga. "Saya di sini sudah sejak tahun 70-an, dan masih nyaman", ujarnya. Ia tinggal bersama suaminya, Arim (59), yang sudah sakit-sakitan. Sehari-hari, Armi berjualan kelontong di depan rumah. Anak dan cucunya tinggal berjauhan dari mereka di luar pulau. Meski rumah yang ia tempati bersama suaminya adalah miliknya, namun tanah tempat rumahnya berdiri adalah milik Pertamina.

Bu Armi (64), salah seorang warga Gunung Balikpapan.
"Sekitar tahun 1980-an, warga di sini hendak digusur oleh Pertamina dan dijanjikan diberi tanah di daerah Prapatan sekitar Gunung Komendur sebagai ganti rugi relokasi. Namun, semua warga menolak karena sudah merasa nyaman tinggal di sini, meski sebagian ada yang menyesal karena menolak ganti rugi ke Prapatan karena di sana sekarang rame", tuturnya lirih. Singkat kisah, Pertamina pun melunak dan mengizinkan warga yang sudah telanjur menetap di Gunung Balikpapan puluhan tahun untuk tinggal. "Tapi beberapa waktu lalu sempat ada isu kalau Pertamina ingin mengambil tanah ini lagi. Saya dan warga resah apakah akan ada ganti rugi atau tidak", ujarnya lagi.

Meski pun sudah merasa nyaman tinggal di Gunung Balikpapan, masih ada sedikit keinginan dari bu Armi untuk pindah. "Jika suami saya sehat, saya ingin membawanya tinggal di Jawa. Namun, karena kondisinya sakit-sakitan seperti saat ini, saya tidak bisa membawanya sehingga kami akan tetap tinggal di sini", ujarnya menutup pembicaraan.

Karena Gunung Balikpapan termasuk ke dalam wilayah objek vital nasional, maka saya hanya berhasil memotret lokasi dengan waktu terbatas, karena beberapa saat kemudian seorang satpam dari Pertamina menegur saya agar menjauhi pipa minyak di belakang saya.

Anak tangga menuju pemukiman RT 2 Prapatan. Selepas memotret ini,
saya ditegur satpam Pertamina agar menjauhi lokasi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tutorial Menghilangkan Latar Belakang (Background) Putih pada Gambar/Foto dengan Corel PHOTO-PAINT X6

Doa Ketika Memakai dan Melepas Pakaian